Setapak Langkah – 15 April 2026 | Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan kembali pentingnya perencanaan pembangunan yang bersifat presisi serta berfokus pada pencapaian kesejahteraan yang inklusif. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah forum kebijakan daerah yang dihadiri oleh para pejabat, akademisi, dan pelaku usaha.
Khofifah menekankan bahwa pembangunan yang berhasil tidak hanya mengandalkan volume anggaran, melainkan pada kemampuan mengidentifikasi kebutuhan riil masyarakat secara detail. Ia menambahkan bahwa data yang akurat dan analisis berbasis teknologi menjadi fondasi utama dalam merumuskan program‑program yang tepat sasaran.
Poin-poin utama yang disorot antara lain:
- Penggunaan sistem informasi geografis (SIG) untuk memetakan potensi wilayah serta mengidentifikasi area yang paling membutuhkan intervensi.
- Penerapan mekanisme monitoring dan evaluasi berbasis indikator kinerja utama (IKU) yang dapat menilai dampak kebijakan secara real‑time.
- Peningkatan partisipasi masyarakat melalui platform digital yang memungkinkan warga memberikan masukan secara langsung pada tahap perencanaan.
- Pengintegrasian program kesejahteraan sosial dengan agenda pembangunan ekonomi, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh semua lapisan.
Dengan menitikberatkan pada perencanaan yang berbasis data, Khofifah optimis Jawa Timur dapat meningkatkan kualitas hidup warga, mengurangi kesenjangan wilayah, serta menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif. Harapannya, strategi ini akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mewujudkan pembangunan yang lebih adil dan berkelanjutan.