Setapak Langkah – 14 April 2026 | Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa persediaan beras nasional tetap mencukupi meski Indonesia diprediksi akan mengalami fenomena El Nino ekstrem yang dijuluki "Godzilla El Nino" pada tahun 2026.
El Nino diperkirakan akan menurunkan curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah Indonesia, terutama di daerah pertanian utama seperti Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Dampak yang diharapkan meliputi penurunan produksi padi, peningkatan risiko gagal panen, dan tekanan pada harga pangan.
Untuk mengantisipasi skenario terburuk, Kementerian Pertanian telah menyiapkan serangkaian langkah strategis:
- Meningkatkan cadangan beras strategis di gudang-gudang pangan nasional hingga mencapai 12 juta ton, setara dengan 120 hari konsumsi.
- Melakukan diversifikasi sumber pangan dengan memperkuat produksi jagung, kedelai, dan umbi-umbian.
- Memberikan subsidi benih dan pupuk kepada petani kecil di zona rawan kekeringan.
- Menjalin kerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk pemantauan intensitas dan penyebaran El Nino secara real‑time.
- Mengoptimalkan distribusi beras melalui jaringan logistik milik pemerintah dan swasta untuk menghindari bottleneck.
Berikut ini data cadangan beras strategis yang telah dikumpulkan hingga akhir 2025:
| Tahun | Cadangan Beras (juta ton) | Hari Konsumsi |
|---|---|---|
| 2023 | 10,5 | 105 |
| 2024 | 11,2 | 112 |
| 2025 | 12,0 | 120 |
Selain beras, kementerian juga mengawasi stok pangan pokok lainnya, seperti jagung dan singkong, yang masing‑masing diperkirakan cukup untuk 90 dan 100 hari konsumsi nasional.
Mantan menambahkan bahwa pemerintah akan menyiapkan bantuan sosial berupa beras bersubsidi bagi wilayah‑wilayah yang paling terdampak oleh kekeringan. "Kita tidak hanya menumpuk beras, tetapi memastikan distribusi tepat sasaran sehingga tidak terjadi kelaparan," ujar Andi Amran.
Para pakar pertanian menilai bahwa kesiapan stok yang memadai dapat meredam volatilitas harga pangan dan melindungi kesejahteraan petani serta konsumen. Namun, mereka tetap mengingatkan pentingnya mitigasi jangka panjang, termasuk penerapan teknologi irigasi hemat air dan varietas padi tahan kekeringan.
Dengan langkah‑langkah tersebut, pemerintah berharap Indonesia dapat melewati ancaman "Godzilla El Nino" tanpa mengorbankan ketahanan pangan nasional.