Setapak Langkah – 13 April 2026 | Rosatom, perusahaan energi nuklir milik Rusia, saat ini sedang menelaah kemungkinan mendirikan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di permukaan Bulan. Rencana ini muncul sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk mengamankan pasokan energi di luar angkasa serta mendukung misi eksplorasi manusia di satelit alami Bumi.
Studi awal mencakup analisis teknis, ekonomi, dan regulasi internasional. Beberapa faktor kunci yang sedang dievaluasi antara lain:
- Ketersediaan bahan bakar uranium atau alternatif yang dapat diproduksi di lingkungan lunar.
- Desain reaktor yang mampu beroperasi dalam kondisi gravitasi rendah dan suhu ekstrim.
- Pengaruh radiasi kosmik terhadap keamanan operasional dan kesehatan manusia.
- Model biaya pembangunan, pengiriman, dan pemeliharaan dibandingkan dengan solusi energi lain, seperti panel surya.
Jika berhasil, pembangkit nuklir di Bulan dapat menjadi sumber listrik yang stabil untuk basis penelitian, penambangan helium‑3, serta fasilitas pendukung misi ke Mars. Selain itu, teknologi ini berpotensi membuka pasar baru bagi industri nuklir Rusia di luar negeri.
Namun, proyek ini juga menghadapi tantangan signifikan. Lingkungan lunar yang tidak beratap, debu mikrometeorit, serta ketidakpastian hukum internasional tentang eksploitasi sumber daya luar angkasa menjadi hambatan utama. Rosatom harus berkoordinasi dengan badan antariksa global serta negara‑negara yang memiliki kepentingan di Bulan.
Secara ekonomi, perkiraan biaya awal diperkirakan mencapai miliaran dolar, namun para ahli berpendapat bahwa investasi jangka panjang dapat menurunkan biaya misi luar angkasa secara keseluruhan. Pemerintah Rusia diperkirakan akan meninjau proposal ini dalam beberapa bulan ke depan, dengan keputusan akhir bergantung pada hasil studi kelayakan.