Setapak Langkah – 13 April 2026 | Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan bahwa provinsi ini sedang bersiap melaksanakan langkah besar dalam hilirisasi sektor perikanan. Pernyataan tersebut disampaikan pada Forum Diskusi Terpumpun yang diadakan di Ternate, di mana para pemangku kepentingan dari pemerintah, industri, dan akademisi berkumpul untuk membahas strategi pengembangan nilai tambah hasil laut.
Berikut adalah beberapa inisiatif utama yang direncanakan:
- Pembangunan zona industri pengolahan ikan di Ternate dan Tobelo dengan kapasitas produksi tahunan mencapai 200.000 ton.
- Pengembangan fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) yang terintegrasi dengan pelabuhan untuk memperpanjang umur simpan hasil tangkapan.
- Pelatihan keterampilan bagi nelayan dan pekerja industri pengolahan, meliputi teknologi pengolahan modern, keamanan pangan, dan pemasaran produk.
- Penyediaan insentif fiskal dan kemudahan perizinan bagi investor domestik maupun asing yang ingin berinvestasi di sektor hilir perikanan.
- Kolaborasi dengan lembaga riset untuk mengoptimalkan teknik budidaya dan pengolahan berbasis ilmu pengetahuan.
Gubernur juga menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang diharapkan dari rangkaian program tersebut, seperti yang dirangkum dalam tabel berikut:
| Komponen | Target 2024 | Target 2029 |
|---|---|---|
| Nilai Tambah Perikanan (dalam miliar IDR) | 1,5 | 3,2 |
| Lapangan Kerja Baru | 5.000 | 12.000 |
| Ekspor Produk Olahan (ton) | 30.000 | 75.000 |
Pemerintah provinsi berharap bahwa dengan meningkatkan nilai tambah hasil laut, Maluku Utara dapat mengurangi ketergantungan pada ekspor ikan mentah dan memperkuat posisi tawar dalam pasar global. Selain itu, peningkatan lapangan kerja di sektor hilir diproyeksikan dapat menurunkan tingkat pengangguran, khususnya di daerah pesisir.
Gubernur Sherly Tjoanda menutup diskusi dengan menyerukan partisipasi aktif seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga komunitas nelayan, untuk bersama-sama mewujudkan visi hilirisasi perikanan yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi perekonomian Maluku Utara.