Setapak Langkah – 12 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVI Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PB IPSI) dengan menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar cabang olahraga, melainkan cerminan kepribadian dan budaya luhur bangsa Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan beberapa hal utama:
- Identitas Nasional: Pencak silat mengandung nilai‑nilai moral, filosofi, dan kearifan lokal yang mencerminkan karakter bangsa Indonesia yang tangguh, disiplin, dan berjiwa kebersamaan.
- Warisan Budaya: Sebagai warisan budaya takbenda, pencak silat harus diperlakukan setara dengan cagar budaya lain, dengan upaya pelestarian melalui pendidikan, kompetisi, dan dokumentasi.
- Peran Generasi Muda: Generasi muda diharapkan menjadi agen utama dalam mengembangkan dan mempopulerkan pencak silat baik di tingkat nasional maupun internasional.
- Sinergi Pemerintah dan Organisasi: Pemerintah bersama organisasi pencak silat diharapkan memperkuat kebijakan, fasilitas, serta pendanaan untuk mendukung pertumbuhan olahraga tradisional ini.
Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, pelatih, dan atlet pencak silat yang telah berkontribusi dalam mengangkat prestasi olahraga tradisional Indonesia di kancah global. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung upaya pelestarian pencak silat sebagai simbol kebanggaan nasional.
Acara Munas PB IPSI ini diharapkan menjadi momentum penting bagi seluruh pihak terkait untuk menyusun strategi jangka panjang, memperkuat jaringan kerjasama, serta menyiapkan generasi penerus yang mampu menghidupkan kembali semangat pencak silat sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa.