Setapak Langkah – 11 April 2026 | Indodax, platform perdagangan aset digital terbesar di Indonesia, menegaskan perlunya standar yang jelas bagi para influencer yang membahas kripto. Menurut pernyataan resmi perusahaan, influencer memiliki peran strategis dalam menyampaikan edukasi kepada publik sekaligus memengaruhi keputusan investasi.
Berbagai kasus penyebaran informasi yang tidak akurat atau berlebihan telah menimbulkan kerugian bagi investor ritel. Oleh karena itu, Indodax mengusulkan beberapa langkah konkret untuk menciptakan ekosistem edukasi yang lebih bertanggung jawab:
- Menyusun kode etik yang mengatur cara penyampaian informasi, termasuk keharusan mencantumkan sumber data yang dapat diverifikasi.
- Mewajibkan influencer untuk memiliki sertifikasi dasar mengenai teknologi blockchain dan regulasi aset kripto di Indonesia.
- Mengimplementasikan mekanisme verifikasi akun yang menandakan bahwa pemiliknya telah lolos proses pelatihan dan audit konten.
- Menetapkan sanksi administratif bagi pihak yang terbukti menyebarkan hoaks atau melakukan promosi yang menyesatkan.
Indodax juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Asosiasi Fintech Indonesia untuk menyelaraskan standar tersebut dengan kebijakan nasional. Dengan standar yang terukur, diharapkan:
- Investor mendapatkan informasi yang lebih transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
- Influencer dapat meningkatkan kredibilitas dan membangun kepercayaan jangka panjang dengan audiens.
- Pasar kripto Indonesia menjadi lebih stabil dan menarik bagi investor institusional.
Pengawasan yang lebih ketat terhadap konten edukatif di media sosial diperkirakan akan mengurangi volatilitas harga yang dipicu oleh rumor tidak berdasar. Sementara itu, Indodax berjanji akan terus menyediakan materi edukasi resmi, seperti webinar, e‑book, dan modul pembelajaran yang dapat diakses secara gratis oleh publik.
Upaya standardisasi ini mencerminkan maturitas ekosistem aset digital di Indonesia, di mana pertumbuhan pengguna semakin cepat namun regulasi masih dalam tahap penyusunan. Dengan adanya pedoman yang jelas, diharapkan peran influencer dapat beralih dari sekadar promotor ke pendidik yang profesional.