Setapak Langkah – 10 April 2026 | Pendaftaran Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) menunjukkan pola yang kontras antara dua perguruan tinggi terkemuka di Jawa Barat. Pada periode terbaru, jumlah pendaftar UTBK di Institut Teknologi Bandung (ITB) mengalami peningkatan signifikan, sementara Universitas Padjadjaran (Unpad) mencatat penurunan drastis.
Data resmi mengungkapkan bahwa Unpad menerima 6.632 pendaftar, menandakan penurunan hampir 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 13.300 calon mahasiswa. Sebaliknya, ITB mencatat lonjakan pendaftar menjadi 9.120, naik sekitar 15 persen dari angka 7.940 pada periode yang sama tahun lalu.
| Universitas | Pendaftar UTBK (Tahun Ini) | Perubahan |
|---|---|---|
| Institut Teknologi Bandung (ITB) | 9.120 | +15% |
| Universitas Padjadjaran (Unpad) | 6.632 | -50% |
Beberapa faktor diduga menjadi penyebab perbedaan tren ini. ITB, yang dikenal kuat di bidang teknik dan sains, memperluas program beasiswa serta meningkatkan kerjasama industri, menarik minat siswa SMA yang menargetkan karier di sektor teknologi. Selain itu, kampus tersebut mengoptimalkan promosi digital melalui media sosial dan webinar, yang terbukti efektif menjangkau generasi muda.
Di sisi lain, Unpad mengalami penurunan yang dipengaruhi oleh persepsi kompetitifitas program studi yang lebih tradisional serta kurangnya kampanye pemasaran yang agresif. Beberapa analis pendidikan menyoroti bahwa penurunan ini juga dipicu oleh perubahan preferensi calon mahasiswa yang kini lebih memprioritaskan universitas dengan reputasi riset internasional dan peluang kerja yang jelas.
Reaksi pihak universitas pun beragam. Rektor ITB menyatakan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan fasilitas riset guna mempertahankan daya tarik bagi calon mahasiswa. Sementara itu, Rektor Unpad berjanji akan melakukan evaluasi program studi, memperkuat jejaring industri, serta meningkatkan layanan informasi bagi siswa SMA agar angka pendaftar dapat kembali naik.
Tren ini memberi gambaran bahwa persaingan penerimaan mahasiswa di Indonesia semakin dipengaruhi oleh strategi pemasaran, reputasi riset, dan keterkaitan dengan dunia kerja. Bagi calon mahasiswa, penting untuk mempertimbangkan tidak hanya prestise institusi tetapi juga kesesuaian program studi dengan tujuan karier jangka panjang.