Setapak Langkah – 10 April 2026 | Desa Soahukum di Kabupaten setempat sebelumnya bergantung pada tambang batu bara yang kini mengalami penurunan produksi. Sebagai respons, pemerintah desa bersama Lembaga NHM meluncurkan program diversifikasi ekonomi berbasis perikanan, khususnya budidaya ikan nila dengan metode bioflok.
Metode bioflok memungkinkan pemeliharaan ikan dalam sistem tertutup yang mengandalkan mikroorganisme untuk mengolah limbah menjadi sumber protein bagi ikan. Keunggulannya meliputi penggunaan air yang lebih efisien, biaya pakan yang lebih rendah, dan dampak lingkungan yang minimal.
- Pelatihan dasar bioflok bagi petani lokal selama dua minggu.
- Penyediaan starter kit bioflok termasuk starter kultur mikroba.
- Pembangunan kolam produksi berkapasitas 1.000 meter kubik.
- Pembentukan koperasi perikanan untuk pemasaran bersama.
- Monitoring dan pendampingan teknis selama enam bulan pertama.
Sejak program dimulai, produksi ikan nila di desa meningkat 150% dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan rata‑rata keluarga yang terlibat naik dari Rp 2 juta menjadi Rp 4,5 juta per bulan. Selain meningkatkan kesejahteraan, proyek ini juga menjadi sarana edukasi teknologi bagi generasi muda desa.
NHM menargetkan agar dalam tiga tahun ke depan desa Soahukum dapat mengekspor sebagian hasil produksi ke pasar regional, sekaligus mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan. Keberhasilan inisiatif ini diharapkan menjadi model bagi desa‑desa lain yang berada di zona transisi ekonomi.