Setapak Langkah – 10 April 2026 | Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) baru‑baru ini mengusulkan pembentukan Operating Vehicle Company (OVC) sebagai langkah strategis untuk mempercepat dan menyehatkan proses penggelaran jaringan serat optik di seluruh Indonesia.
OVC direncanakan menjadi entitas bisnis terpisah yang dapat mengkonsolidasikan aset‑aset fiber milik anggota APJATEL, mengelola pendanaan, serta menyederhanakan prosedur operasional dan regulasi. Dengan model ini, penyedia layanan telekomunikasi dapat berbagi risiko investasi dan memanfaatkan skala ekonomi yang lebih besar.
Beberapa manfaat utama yang diharapkan dari OVC antara lain:
- Meningkatkan kecepatan penyebaran jaringan serat optik, khususnya di wilayah dengan tantangan geografis.
- Menurunkan biaya pembangunan dan pemeliharaan melalui pembelian bersama peralatan dan material.
- Mempermudah akses pendanaan, karena OVC dapat menyalurkan investasi baik dari lembaga keuangan domestik maupun asing.
- Menjamin standar kualitas dan kepatuhan regulasi yang konsisten di seluruh proyek.
- Memperkuat kolaborasi antar operator, sehingga jaringan dapat dikelola secara terintegrasi.
APJATEL menegaskan bahwa pembentukan OVC akan melalui serangkaian konsultasi dengan regulator, pemerintah daerah, serta pihak‑pihak terkait lainnya. Rencana aksi meliputi penyusunan kerangka kerja hukum, penentuan struktur kepemilikan, dan penetapan mekanisme pembiayaan.
Jika terealisasi, OVC diharapkan menjadi katalis utama dalam mewujudkan target pemerintah untuk memperluas konektivitas broadband nasional hingga 2025, sekaligus menyiapkan infrastruktur digital yang lebih tangguh untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.