Setapak Langkah – 09 April 2026 | Uya Kuya, mantan menteri dan tokoh kebijakan sosial, kembali menekankan pentingnya program Mandiri Berbasis Gizi (MBG) sebagai instrumen investasi jangka panjang menjelang visi Indonesia Emas 2045. Dalam serangkaian pertemuan dengan pemerintah daerah, LSM, dan pelaku usaha lokal, ia menyoroti peran gizi anak dan penguatan ekonomi mikro sebagai pilar utama program.
Program MBG dirancang untuk menciptakan ekosistem yang mendukung tiga bidang utama:
- Peningkatan gizi anak usia dini melalui penyediaan makanan bergizi di sekolah dan balita.
- Pemberdayaan ekonomi lokal dengan memberi akses kredit mikro, pelatihan keterampilan, dan pasar bagi produk pertanian serta kerajinan.
- Penguatan infrastruktur kesehatan melalui pembangunan posyandu modern dan pelatihan tenaga kesehatan desa.
Uya Kuya menegaskan bahwa investasi pada MBG tidak hanya bersifat sosial, melainkan juga menghasilkan nilai ekonomi jangka panjang. Dengan meningkatkan produktivitas sumber daya manusia sejak dini, beban biaya kesehatan di masa depan dapat ditekan, sementara pertumbuhan ekonomi daerah akan terdorong oleh peningkatan daya beli keluarga.
Berikut rangkaian langkah strategis yang diusulkan dalam fase awal pelaksanaan MBG:
- Identifikasi wilayah prioritas dengan tingkat stunting tertinggi.
- Penyusunan paket gizi terjangkau bekerjasama dengan produsen lokal.
- Pembentukan unit usaha mikro (UMKM) yang fokus pada produksi pangan bergizi.
- Penyediaan modal awal melalui dana CSR dan lembaga keuangan mikro.
- Monitoring dan evaluasi berbasis data digital untuk menilai dampak gizi dan ekonomi.
Dengan semangat kolaboratif antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, MBG diharapkan menjadi contoh model investasi sosial yang dapat direplikasi di provinsi lain, sekaligus menambah basis investasi jangka panjang bagi negara.