Setapak Langkah – 07 April 2026 | Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyampaikan apresiasi atas pencapaian stabilitas pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Riau. Ia menilai bahwa provinsi ini berhasil mempertahankan laju pertumbuhan yang positif meski berada dalam tantangan ekonomi nasional.
| Tahun | Pertumbuhan (%) |
|---|---|
| 2022 | 5,2 |
| 2023 | 5,5 |
Beberapa faktor yang menjadi pendorong utama pertumbuhan tersebut antara lain:
- Penguatan infrastruktur pelabuhan dan jalur transportasi darat yang meningkatkan konektivitas antar pulau.
- Pengembangan sektor pariwisata bahari dan ekowisata yang menarik investasi domestik dan asing.
- Peningkatan produktivitas di sektor perikanan, agrikultura, dan industri pengolahan.
- Dukungan kebijakan fiskal dan insentif bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
- Implementasi program digitalisasi layanan publik yang mempercepat proses perizinan.
Wamendagri menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pelaku usaha untuk menjaga momentum pertumbuhan. Ia juga mengingatkan agar upaya pembangunan tetap berkelanjutan, mengedepankan prinsip ramah lingkungan dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Ke depan, fokus akan diarahkan pada peningkatan nilai tambah industri pengolahan hasil perikanan, pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK), serta pemberdayaan sumber daya manusia melalui pelatihan vokasi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Dengan komitmen bersama, diharapkan Provinsi Kepulauan Riau dapat terus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di wilayah Indonesia bagian barat.