Setapak Langkah – 06 April 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan bahwa provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berpotensi mengalami hujan intensitas sedang hingga lebat pada periode 6 hingga 12 April, meskipun wilayah tersebut sedang memasuki fase awal musim kemarau.
| Tanggal | Intensitas Hujan | Curah Hujan (mm) |
|---|---|---|
| 6 April | Sedang | 20-30 |
| 7 April | Sedang-Lebat | 30-45 |
| 8 April | Lebat | 45-50 |
| 9 April | Sedang | 20-35 |
| 10 April | Sedang | 25-40 |
| 11 April | Lebat | 40-55 |
| 12 April | Sedang | 20-30 |
Potensi hujan ini dapat menimbulkan dampak pada beberapa sektor, antara lain:
- Pertanian: Tanaman padi dan hortikultura di daerah rawan dapat terkena genangan air, sehingga petani disarankan memperkuat saluran irigasi.
- Transportasi: Jalan raya lintas dataran tinggi berpotensi licin, sehingga pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan.
- Pariwisata: Aktivitas wisata alam, terutama trekking dan pantai, perlu diperhatikan karena risiko tanah longsor dan gelombang tinggi.
- Kesehatan: Kelembapan tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit pernapasan, sehingga masyarakat disarankan menjaga kebersihan lingkungan.
Berikut beberapa langkah antisipasi yang direkomendasikan oleh BMKG dan otoritas setempat:
- Memantau pembaruan prakiraan cuaca secara rutin melalui layanan resmi BMKG.
- Mengamankan barang-barang yang mudah terbawa angin atau air di area publik dan rumah pribadi.
- Menerapkan teknik pertanian konservatif, seperti penggunaan terasering dan penanaman varietas tahan banjir.
- Menunda atau menyesuaikan jadwal kegiatan luar ruangan, terutama di daerah dengan prediksi hujan lebat.
- Menyiapkan perlengkapan darurat, termasuk lampu senter, radio, dan persediaan air bersih.
BMKG menegaskan bahwa situasi cuaca akan terus dipantau, dan peringatan lanjutan akan dikeluarkan jika terjadi perubahan signifikan.