Setapak Langkah – 06 April 2026 | Bank Mandiri terus memperkuat posisinya di pasar perbankan Indonesia melalui strategi ekspansi kredit yang terukur. Pada kuartal terakhir tahun 2023, bank ini berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp 1.513,1 triliun, mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 15,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Strategi tersebut berfokus pada tiga segmen utama: kredit konsumen, kredit korporasi, dan pembiayaan infrastruktur. Pada sektor konsumen, bank meningkatkan penetrasi produk kredit rumah dan kendaraan dengan penawaran suku bunga kompetitif serta proses digitalisasi yang mempercepat persetujuan. Di sisi korporasi, Mandiri menargetkan perusahaan menengah ke atas yang membutuhkan pendanaan untuk ekspansi usaha, terutama di sektor manufaktur dan energi terbarukan. Untuk infrastruktur, bank mendukung proyek-proyek pemerintah melalui pembiayaan jangka panjang yang stabil.
Berikut merupakan ringkasan pencapaian kredit Mandiri dalam dua tahun terakhir:
| Tahun | Total Kredit (Triliun Rp) | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|
| 2022 | 1,312 | – |
| 2023 | 1,513,1 | 15,7% |
Manajemen bank menilai bahwa diversifikasi portofolio kredit serta peningkatan kualitas aset menjadi kunci utama dalam menghasilkan kinerja positif. Dengan rasio kredit bermasalah yang tetap berada di level aman, Mandiri dapat mempertahankan profitabilitas sambil tetap berani mengambil peluang pasar.
Selain itu, transformasi digital yang terus digalakkan memperkuat efisiensi operasional. Penggunaan platform fintech internal memungkinkan nasabah mengakses layanan kredit secara cepat melalui aplikasi seluler, mengurangi waktu proses dari hari menjadi hitungan jam.
Para analis pasar menilai strategi ini akan mendukung pertumbuhan berkelanjutan bagi Bank Mandiri, terutama jika ekonomi Indonesia tetap menunjukkan pemulihan pasca‑pandemi. Prospek peningkatan kredit di sektor UMKM dan energi terbarukan diperkirakan akan menjadi pendorong utama dalam beberapa tahun mendatang.