Setapak Langkah – 05 April 2026 | Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama mitra teknologi PSEL (Pembangkit Listrik Sampah) meluncurkan proyek pengolahan sampah menjadi listrik yang menargetkan ratusan ton limbah setiap harinya. Proyek ini mencakup tiga wilayah utama, yaitu Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Maros, yang secara kolektif menyumbang bahan baku utama bagi pembangkit.
Proses konversi sampah menjadi energi listrik melibatkan beberapa tahap penting:
- Pengumpulan sampah dari titik kumpul di masing‑masing daerah.
- Pemisahan dan pemilahan sampah untuk memisahkan bahan yang dapat didaur ulang.
- Insinerasi sampah dalam tungku berteknologi rendah emisi.
- Pemanfaatan panas yang dihasilkan untuk menghasilkan uap.
- Penggerakan turbin uap yang mengubah energi panas menjadi listrik.
- Distribusi listrik melalui jaringan PLN ke konsumen akhir.
Manfaat utama dari proyek ini meliputi:
- Pengurangan volume sampah di tempat pembuangan akhir, mengurangi risiko pencemaran tanah dan air.
- Penyediaan sumber energi terbarukan yang mengurangi ketergantungan pada pembangkit berbahan bakar fosil.
- Penurunan emisi gas rumah kaca melalui proses pembakaran yang terkendali.
- Penciptaan lapangan kerja baru dalam operasional, pemeliharaan, dan pengelolaan fasilitas.
- Peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Ke depan, pihak pengelola berencana untuk memperluas kapasitas produksi menjadi 10 megawatt dengan menambah lini pengolahan tambahan. Integrasi yang lebih erat dengan jaringan listrik regional diharapkan dapat meningkatkan stabilitas pasokan listrik di wilayah Sulawesi Selatan serta menjadi model bagi provinsi lain di Indonesia.