Setapak Langkah – 04 April 2026 | Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh, baru-baru ini menyampaikan permintaan kepada seorang da’i muda bernama Teungku Habibi An‑Nawawi untuk menjadi ujung tombak dalam mempromosikan Masjid Giok, sebuah masjid ikonik yang terletak di Aceh. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat sekaligus mendongkrak potensi pariwisata religi di daerah tersebut.
Masjid Giok Aceh dikenal karena desain arsitekturnya yang unik, menyerupai batu giok yang berkilau. Bangunan ini tidak hanya menjadi simbol keindahan religius, tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang tertarik pada warisan budaya Islam di Indonesia.
Dalam pernyataannya, Bupati Nagan Raya menekankan pentingnya peran da’i muda dalam menyebarkan nilai‑nilai keagamaan dan budaya setempat. “Kami percaya bahwa generasi muda memiliki energi dan kreativitas yang dapat menjangkau audiens lebih luas, terutama melalui media sosial dan kegiatan keagamaan,” ujar sang Bupati.
Berikut beberapa poin utama yang menjadi fokus promosi Masjid Giok:
- Sejarah dan Arsitektur: Menjelaskan latar belakang pembangunan masjid, filosofi desain, serta bahan‑bahan yang digunakan.
- Kegiatan Keagamaan: Menyoroti jadwal shalat, kajian rutin, serta acara khusus seperti peringatan Maulid Nabi dan Idul Fitri.
- Pariwisata Religi: Mengintegrasikan kunjungan ke Masjid Giok dengan paket wisata budaya Aceh yang mencakup kuliner, seni tradisional, dan destinasi alam.
- Peran Komunitas: Mengajak warga sekitar untuk menjadi relawan dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan area masjid.
Teungku Habibi An‑Nawawi, yang dikenal aktif di media sosial dengan konten dakwah yang inspiratif, menyambut baik permintaan tersebut. Ia menyatakan kesiapan untuk mengoptimalkan jaringan digitalnya dalam mengedukasi publik tentang keindahan dan makna Masjid Giok.
Pemkab Nagan Raya juga merencanakan kolaborasi dengan lembaga pendidikan lokal, sehingga siswa dapat melakukan kunjungan belajar ke masjid sebagai bagian dari kurikulum sejarah dan budaya Islam. Selain itu, pihak berwenang akan memperbaiki akses jalan dan fasilitas parkir guna mempermudah kunjungan wisatawan.
Dengan langkah ini, diharapkan Masjid Giok tidak hanya menjadi tempat ibadah, melainkan juga simbol kebanggaan daerah yang dapat mempererat persaudaraan antarumat beragama serta meningkatkan kontribusi ekonomi melalui sektor pariwisata.