Setapak Langkah – 04 April 2026 | Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan komitmen perusahaan negara tersebut untuk menyalurkan hasil panen tebu petani di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dengan menggunakan harga acuan yang telah ditetapkan pemerintah. Langkah ini diharapkan dapat menstabilkan pendapatan petani sekaligus memastikan pasokan bahan baku gula bagi industri dalam negeri.
Berikut rangkaian tahapan yang akan dilalui dalam program penyerapan tebu tersebut:
- Pendaftaran petani melalui kantor Bulog terdekat atau secara daring.
- Verifikasi lahan dan estimasi produksi oleh tim teknis Bulog.
- Penentuan harga acuan berdasarkan data pasar nasional dan kebijakan pemerintah.
- Pengambilan tebu di lokasi petani dengan standar mutu yang telah ditetapkan.
- Pembayaran dilakukan dalam waktu 7 hari kerja setelah penyerapan selesai.
Program ini selaras dengan upaya pemerintah untuk menjaga kestabilan harga pangan dan melindungi kesejahteraan petani. Dengan harga acuan yang transparan, petani tidak perlu khawatir akan fluktuasi pasar yang dapat merugikan pendapatan mereka.
Selain itu, Bulog juga menyiapkan fasilitas penyimpanan sementara untuk menampung tebu yang belum langsung diproses, sehingga kualitas bahan baku tetap terjaga hingga masuk ke pabrik gula. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi rantai pasok gula nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Para petani di Blora menyambut baik inisiatif ini. Mereka berharap penyerapan yang terorganisir dan harga yang adil dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga serta mendorong investasi kembali ke sektor pertanian.