Setapak Langkah – 04 April 2026 | Tim peneliti di Pusat Riset Katalisis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil menciptakan katalis berbasis nanokarbon yang diproduksi dari limbah baterai bekas. Penelitian ini dipimpin oleh Indri Badria Adilina dan melibatkan teknik pemrosesan termal serta kimia untuk mengubah material logam dan grafit dalam baterai menjadi struktur karbon berpori nanoskal.
Proses konversi dimulai dengan pengumpulan limbah baterai, penghilangan komponen berbahaya, kemudian dilakukan pirolisis pada suhu tinggi dalam lingkungan inert. Hasilnya adalah serbuk nanokarbon dengan area permukaan yang sangat besar, memungkinkan reaksi kimia terjadi lebih efisien.
- Menurunkan volume limbah berbahaya yang biasanya berakhir di TPA.
- Mengurangi biaya produksi katalis karena menggunakan bahan baku yang melimpah.
- Memperbaiki efisiensi reaksi pada proses industri, seperti dekomposisi polutan dan produksi bahan kimia hijau.
Katalis ini diuji pada reaksi penghilangan formaldehid dan degradasi bahan organik cair, menunjukkan peningkatan konversi hingga 30% dibandingkan katalis konvensional. Selain itu, stabilitasnya terjaga selama lebih dari 100 siklus penggunaan.
Manfaat lingkungan yang diharapkan meliputi pengurangan emisi gas rumah kaca, pemanfaatan kembali limbah elektronik, dan dukungan pada transisi energi bersih. BRIN berencana untuk melakukan skala pilot di beberapa industri kimia nasional dan membuka peluang kolaborasi dengan sektor swasta untuk komersialisasi teknologi ini.
Keberhasilan ini menegaskan peran strategis riset nasional dalam mengintegrasikan ekonomi sirkular dengan inovasi material, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam bidang teknologi nanomaterial.