Setapak Langkah – 04 April 2026 | Setelah kebakaran melanda area Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosong, Cimuning, sejumlah warga yang kehilangan tempat tinggal diarahkan ke mushalla terdekat untuk dijadikan posko pengungsian sementara.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung bersama aparat kepolisian dan relawan setempat segera mengevakuasi korban ke mushalla yang berlokasi tidak jauh dari lokasi kejadian. Pada saat laporan pertama, api telah meluas menutupi sebagian bangunan SPBE dan menimbulkan asap tebal, memaksa evakuasi cepat demi keamanan warga.
Di mushalla, para korban diberikan fasilitas dasar berupa tempat tidur darurat, selimut, makanan ringan, serta air minum bersih. Selain itu, tim medis lapangan menyediakan pertolongan pertama bagi mereka yang mengalami luka bakar ringan atau gangguan pernapasan akibat asap.
- Tempat tidur darurat: 50 unit matras lipat
- Selimut: 120 buah
- Makanan: nasi bungkus, bubur, dan snack energi
- Air minum bersih: 200 liter dalam botol
- Obat-obatan dasar: perban, antiseptik, dan obat batuk
Koordinator posko, Sdr. Ahmad Ridwan, menyatakan bahwa proses pendataan korban masih berlangsung untuk memastikan setiap keluarga mendapatkan bantuan selanjutnya, termasuk penyediaan tempat tinggal sementara yang lebih permanen.
Pihak pemda setempat juga telah menyiapkan tim teknis untuk menilai kerusakan struktural SPBE dan memastikan tidak ada kebocoran gas lanjutan yang dapat menimbulkan bahaya baru. Sementara itu, masyarakat sekitar diminta tetap tenang dan mematuhi arahan petugas demi kelancaran proses penanganan.
Penggunaan mushalla sebagai posko sementara mencerminkan peran fasilitas keagamaan dalam membantu masyarakat saat bencana, sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antar lembaga dalam penanggulangan darurat.