Setapak Langkah – 04 April 2026 | Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, mengungkapkan bahwa para atlet panjat tebing Indonesia menolak tawaran naturalisasi yang diajukan oleh pihak Turki. Menurutnya, keputusan tersebut didasarkan pada rasa kebanggaan dan komitmen para pendaki untuk terus mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional.
Turki diketahui tengah berupaya memperkuat skuad panjat tebingnya menjelang kompetisi besar, sehingga mengundang beberapa atlet berbakat dari negara lain untuk bergabung melalui proses naturalisasi. Namun, para atlet Indonesia menegaskan keinginan mereka untuk tetap berkompetisi dengan bendera merah putih.
- Rasa kebangsaan yang kuat
- Komitmen pada program pengembangan olahraga di dalam negeri
- Keinginan untuk mendukung prestasi tim nasional Indonesia
Yenny Wahid menambahkan bahwa FPTI akan terus menyediakan fasilitas pelatihan dan dukungan bagi atlet agar mereka dapat bersaing di level dunia tanpa harus meninggalkan negara asal. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara federasi, pemerintah, dan sponsor dalam menciptakan ekosistem olahraga yang berkelanjutan.
Keputusan penolakan ini mendapat respons positif dari para penggemar dan pihak terkait di Indonesia, yang melihatnya sebagai bukti integritas dan loyalitas atlet terhadap bangsa.