Setapak Langkah – 04 April 2026 | Dalam rangka mengatasi tantangan energi global, Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI semakin giat mempromosikan langkah elektrifikasi baik pada sektor transportasi maupun rumah tangga. Wakil Ketua Komisi XII, Sugeng Suparwoto, menekankan bahwa elektrifikasi kendaraan dan penggunaan kompor listrik merupakan komponen krusial dalam strategi transisi energi nasional.
Gejolak pasar energi internasional—didorong oleh fluktuasi harga minyak, ketegangan geopolitik, dan penurunan pasokan gas—menjadikan ketergantungan pada sumber energi fosil semakin berisiko. Pemerintah Indonesia menargetkan kemandirian energi pada 2025, dengan harapan dapat mengurangi impor bahan bakar serta menurunkan emisi karbon.
Berbagai kebijakan telah dirumuskan untuk mempercepat adopsi teknologi listrik:
- Insentif fiskal bagi produsen dan konsumen kendaraan listrik, termasuk pembebasan pajak penjualan dan pengurangan bea masuk.
- Penyediaan infrastruktur pengisian daya (charging stations) di jalan tol, area perkotaan, dan wilayah pedesaan.
- Program subsidi untuk kompor listrik berbasis teknologi induksi yang lebih efisien dibandingkan kompor gas tradisional.
- Peningkatan kapasitas pembangkit listrik terbarukan, khususnya tenaga surya dan angin, untuk men-support beban listrik yang meningkat.
Berikut ini gambaran target elektrifikasi yang disepakati dalam rapat komisi XII:
| Bidang | Target 2025 | Strategi |
|---|---|---|
| Kendaraan listrik | 30% dari total penjualan kendaraan baru | Insentif pajak, pembangunan infrastruktur pengisian |
| Kompor listrik | 20% rumah tangga beralih | Subsidi, kampanye edukasi energi bersih |
| Pembangkit terbarukan | 15 GW tambahan | Investasi swasta, skema PPA, tender proyek |
Dengan langkah-langkah ini, Komisi XII berharap dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru di sektor manufaktur dan layanan terkait energi bersih. Implementasi kebijakan tersebut membutuhkan koordinasi lintas kementerian, dukungan industri, serta partisipasi aktif masyarakat dalam mengadopsi teknologi ramah lingkungan.