Setapak Langkah – 03 April 2026 | Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengusulkan sebuah inisiatif baru yang melibatkan Kementerian Kebudayaan (Menbud) dan Danantara, sebuah perusahaan pengelola aset, untuk mengubah sejumlah aset milik negara menjadi ruang museum yang dapat diakses publik. Ide ini muncul dalam rangka mengoptimalkan penggunaan properti yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, sekaligus memperkaya tawaran budaya bagi masyarakat.
Rencana kolaborasi tersebut mencakup tiga tahapan utama: identifikasi aset potensial, penyesuaian infrastruktur, dan peluncuran program pameran. Berikut rincian masing‑masing tahapan:
- Identifikasi aset potensial: Tim gabungan akan melakukan survei terhadap gedung‑gedung bersejarah, bekas pabrik, maupun lahan kosong yang memiliki nilai historis atau arsitektural.
- Penyesuaian infrastruktur: Setelah aset terpilih, Danantara akan menyiapkan desain interior dan teknologi interaktif, sementara Menbud akan mengurus perizinan serta kurasi koleksi.
- Peluncuran program pameran: Museum baru akan menampilkan koleksi seni, artefak budaya, serta program edukasi yang melibatkan sekolah dan komunitas lokal.
Fadli Zon menekankan bahwa inisiatif ini tidak hanya bertujuan meningkatkan akses publik terhadap warisan budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui sektor pariwisata edukatif. Dengan mengubah aset yang sebelumnya tidak produktif menjadi destinasi budaya, diharapkan dapat menumbuhkan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan daerah, serta memperkuat identitas nasional.
Pihak Danantara menambahkan bahwa mereka akan mengintegrasikan teknologi digital, seperti augmented reality dan aplikasi mobile, untuk memberikan pengalaman museum yang interaktif dan modern. Hal ini sejalan dengan upaya digitalisasi kebudayaan yang tengah digencarkan pemerintah.
Seluruh proses kolaborasi diperkirakan akan memakan waktu antara 12 hingga 18 bulan, tergantung pada kompleksitas masing‑masing aset dan proses perizinan. Menbud dan Danantara berkomitmen untuk melaporkan progres secara berkala kepada publik melalui konferensi pers dan platform resmi masing‑masing institusi.