Setapak Langkah – 03 April 2026 | PT Hutama Karya (Persero) mengumumkan kesiapan untuk menggunakan Aspal Buton (Asbuton) pada sejumlah proyek jalan dan jembatan yang dikelolanya. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya menurunkan biaya material, mempercepat proses konstruksi, serta mendukung produksi aspal dalam negeri.
Asphalt Buton diproduksi di kawasan Buton, Sulawesi Tenggara, dan dikenal memiliki kualitas yang memenuhi standar teknis nasional. Dengan memanfaatkan produk lokal, Hutama Karya berharap dapat mengurangi ketergantungan pada impor aspal serta meminimalisir fluktuasi harga internasional.
- Penghematan biaya: Harga Asbuton diperkirakan lebih kompetitif dibandingkan aspal impor, sehingga total anggaran proyek dapat ditekan.
- Dukungan industri domestik: Peningkatan permintaan akan menstimulasi kapasitas produksi pabrik aspal di Buton dan menciptakan lapangan kerja baru.
- Logistik yang lebih sederhana: Karena lokasi produksi yang relatif dekat dengan beberapa proyek di wilayah timur Indonesia, waktu pengiriman dapat dipersingkat.
Berikut ini perbandingan perkiraan biaya antara aspal impor dan Asbuton pada proyek jalan sepanjang 100 km:
| Jenis Aspal | Harga per Ton (IDR) | Total Biaya (IDR) untuk 100 km |
|---|---|---|
| Import | 1.200.000 | 12.000.000.000 |
| Asbuton | 950.000 | 9.500.000.000 |
Manajemen Hutama Karya menegaskan bahwa penggunaan Asbuton tidak akan mengorbankan mutu jalan. Semua spesifikasi teknis akan tetap dipatuhi sesuai standar Kementerian PUPR.
Penerapan Asbuton akan dimulai pada proyek jalan tol dan jaringan jalan provinsi yang sedang dalam tahap perencanaan awal. Hutama Karya juga membuka peluang bagi kontraktor lain yang bekerja sama dalam rantai pasok bahan konstruksi untuk mengadopsi bahan serupa.