Setapak Langkah – 02 April 2026 | PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menegaskan bahwa kendaraan berbahan bakar compressed natural gas (CNG) dapat menjadi alternatif energi yang lebih bersih dan hemat bagi transportasi di Indonesia.
Berbagai faktor mendukung adopsi CNG, antara lain emisi CO2 yang lebih rendah dibandingkan bensin atau diesel, biaya operasional yang lebih ekonomis, serta ketersediaan jaringan stasiun pengisian yang terus berkembang.
PGN juga mencatat bahwa penggunaan CNG dapat membantu pemerintah mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca yang telah ditetapkan dalam kebijakan iklim nasional.
- Emisi karbon dioksida berkurang hingga 20‑30% per kilometer dibandingkan kendaraan bensin.
- Harga bahan bakar CNG lebih stabil dan biasanya 30‑40% lebih murah dibandingkan bahan bakar fosil.
- Motor dan mesin kendaraan CNG memiliki umur pakai yang lebih panjang karena pembakaran yang lebih bersih.
- Infrastruktur stasiun CNG terus diperluas, dengan rencana penambahan lebih dari 200 titik baru dalam lima tahun ke depan.
Untuk mendukung transisi ini, PGN berkomitmen meningkatkan produksi gas alam cair (LNG) serta memperkuat jaringan distribusi CNG ke wilayah‑wilayah strategis, termasuk kota‑kota besar dan kawasan industri.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan jumlah kendaraan berbasis CNG di Indonesia akan terus meningkat, memberikan kontribusi signifikan terhadap upaya mitigasi perubahan iklim dan pengurangan ketergantungan pada bahan bakar minyak impor.