histats

Duka Selimuti Cimahi, Menanti Kepulangan Peacekeeper Lebanon Kapten Zulmi Aditya Iskandar

Duka Selimuti Cimahi, Menanti Kepulangan Peacekeeper Lebanon Kapten Zulmi Aditya Iskandar

Setapak Langkah – 02 April 2026 | Suasana haru meliputi kota Cimahi setelah kabar duka tentang Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, prajurit TNI yang gugur dalam operasi kepulangan pasukan penjaga perdamaian di Lebanon (UNIFIL), menyebar. Keluarga, rekan-rekan, dan warga setempat berkumpul di rumah duka milik keluarga Kapten Zulmi, menanti proses repatriasi jenazahnya.

Kapten Zulmi, yang bertugas di satuan Infanteri ke-3, bergabung dalam misi UNIFIL sejak 2021. Pada bulan Agustus 2023, ia terlibat dalam operasi evakuasi warga sipil yang terjebak di zona konflik di selatan Lebanon. Dalam proses tersebut, sebuah ledakan tidak terduga menewaskan beliau bersama dua rekan lainnya.

Berita duka tersebut memicu reaksi beragam dari kalangan militer, pemerintahan, dan masyarakat luas. Menurut pernyataan resmi TNI, jenazah Kapten Zulmi akan dibawa kembali ke Indonesia melalui jalur diplomatik yang melibatkan Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Indonesia di Beirut. Proses tersebut diperkirakan memakan waktu beberapa hari, tergantung pada kondisi keamanan dan prosedur kepabeanan di kedua negara.

Berikut rangkaian peristiwa penting sejak kejadian hingga kini:

  • 31 Agustus 2023 – Ledakan terjadi di lokasi evakuasi, menewaskan Kapten Zulmi dan dua prajurit lainnya.
  • 2 September 2023 – Kementerian Pertahanan mengumumkan kematian Kapten Zulmi dan menyiapkan proses repatriasi.
  • 5 September 2023 – Keluarga Kapten Zulmi menerima pemberitahuan resmi dan memutuskan menempatkan rumah duka di Cimahi.
  • 7 September 2023 – Upacara penghormatan di Cimahi dihadiri pejabat daerah, komandan TNI, serta warga sekitar.
  • 10 September 2023 – Tim logistik dari Kementerian Luar Negeri tiba di Beirut untuk menyiapkan transportasi jenazah.
  • 12 September 2023 – Jadwal kepulangan jenazah diumumkan, diperkirakan tiba di Bandara Husein Sastranegara pada akhir pekan.

Pejabat daerah Cimahi menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memberikan dukungan moral dan material kepada keluarga Kapten Zulmi. “Kami akan terus mengawal proses repatriasi ini, sekaligus memastikan bahwa keluarga almarhum tidak merasa sendiri dalam menghadapi kehilangan ini,” ujar Walikota Cimahi dalam sebuah pernyataan.

Di tingkat nasional, Menteri Pertahanan menambahkan bahwa kontribusi prajurit Indonesia dalam misi penjaga perdamaian tetap menjadi kebanggaan bangsa. “Pengorbanan Kapten Zulmi dan rekan-rekannya menunjukkan dedikasi tinggi TNI dalam menjaga perdamaian dunia,” katanya.

Komunitas militer dan warga Cimahi mengisi rumah duka dengan karangan bunga, foto, dan surat-surat kenangan. Suasana hening dan doa bersama menjadi saksi bisu rasa hormat dan rasa kehilangan yang mendalam.

Kasus ini juga mengingatkan publik akan risiko tinggi yang dihadapi para pasukan perdamaian. Misi UNIFIL, yang telah beroperasi sejak tahun 1978, terus menghadapi tantangan keamanan yang kompleks, termasuk serangan sporadis dari kelompok bersenjata.

Semoga proses kepulangan jenazah Kapten Zulmi dapat selesai dengan lancar, dan keluarga serta seluruh bangsa dapat menemukan ketenangan di tengah duka yang mendalam.

Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.
Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *