Setapak Langkah – 01 April 2026 | Jakarta – Keluarga Praka Farizal, seorang anggota pasukan perdamaian Indonesia yang gugur di Lebanon, mengungkapkan rangkaian peristiwa menjelang meninggalnya sang pahlawan. Menurut keterangan yang disampaikan oleh istri dan orang terdekat, Praka Farizal sempat meminta izin kepada istrinya untuk menunaikan sholat sebelum kembali ke Indonesia.
Berita duka tersebut bermula ketika Praka Farizal, yang sedang menjalankan tugas di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa, mengalami kecelakaan fatal pada 24 Maret 2024 di wilayah perbatasan antara Lebanon dan Suriah. Saat itu, ia berada dalam perjalanan pulang ke markas setelah menyelesaikan rotasi tugas.
Setelah mendapatkan persetujuan, Praka menyiapkan peralatan sholat sederhana yang dibawa dalam ransel. Ia kemudian melaksanakan sholat secara berdiri di dalam kendaraan militer sambil mengucapkan doa khusus untuk keluarganya. Sesaat setelah selesai, ia melaporkan kembali ke komandan bahwa semua persiapan untuk pulang telah selesai.
Namun, tak lama kemudian, kendaraan yang dikemudikan Praka mengalami tabrakan dengan kendaraan militer lain yang sedang melakukan patroli. Benturan tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada mobil dan menimbulkan luka fatal pada Praka Farizal.
Tim medis di lapangan melakukan pertolongan pertama, namun kondisi Praka dinyatakan kritis dan tidak dapat dipindahkan ke rumah sakit karena situasi keamanan yang tidak memungkinkan. Ia dinyatakan meninggal dunia pada malam harinya.
Keluarga menyatakan rasa duka yang mendalam sekaligus bangga atas pengabdian sang suami dan ayah. “Kami berterima kasih atas keberanian dan dedikasinya. Semoga jasanya menjadi inspirasi bagi generasi penerus,” kata ayah Praka dalam pernyataan resmi keluarga.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan menegaskan komitmen untuk terus melindungi dan menghormati jasa para prajurit yang berkorban di luar negeri. Upacara pemakaman akan dilaksanakan di tanah air dengan penghormatan militer penuh.