histats

Praka Farizal Rhomadhon: Prajurit TNI Muda yang Gugur di Lebanon, Kehidupan, Pengabdian, dan Duka Keluarga

Praka Farizal Rhomadhon: Prajurit TNI Muda yang Gugur di Lebanon, Kehidupan, Pengabdian, dan Duka Keluarga

Setapak Langkah – 31 Maret 2026 | Praja TNI Angkatan Darat Praka Farizal Rhomadhon meninggal dunia pada 29 Maret 2026 saat menjalankan tugas United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di desa Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan. Insiden terjadi ketika kontingen Indonesia diserang artileri tidak langsung yang diperkirakan berasal dari baku tembak antara Israel Defense Forces dan kelompok bersenjata lokal. Proyektil tersebut menghantam pos penjagaan tempat Farizal bertugas, menewaskan prajurit berusia 28 tahun itu dan melukai tiga rekannya.

Profil dan Karier Militer

Farizal lahir pada 3 Januari 1998 di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak masa muda ia aktif dalam kegiatan sosial, termasuk Karang Taruna, yang menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Setelah menamatkan pendidikan menengah, ia mendaftar ke TNI Angkatan Darat dan bergabung dengan Yonif 113/Jaya Sakti, bagian Brigif 25/Siwah, Kodam Iskandar Muda.

Selama bertugas, Farizal menempati jabatan Taban Provost 1 Ru Provost Kima, posisi yang menuntut disiplin tinggi dalam menjaga ketertiban serta keamanan satuan. Ia juga tergabung dalam Satgas TNI Kontingen Garuda XXIII‑S, yang menjadi representasi Indonesia dalam misi perdamaian dunia di Lebanon.

Pengabdiannya diakui melalui beberapa penghargaan, antara lain Satyalancana Dharma Nusa dan Satyalancana Kesetiaan VIII Tahun, yang mencerminkan dedikasi dan loyalitasnya kepada negara.

Kehidupan Pribadi

Di luar seragam, Farizal adalah sosok suami dan ayah yang penyayang. Ia menikah dengan Fafa Nur Azila pada 4 Juli 2023, dan pasangan tersebut dikaruniai seorang putri berusia dua tahun bernama Shanaya Almahyra Elshanum. Keluarga kecil ini tinggal di Kulon Progo, dan kedatangan Farizal dari penugasan luar negeri selalu dinanti dengan harapan.

Duka Keluarga dan Upaya Pemulangan Jenazah

Kabar duka tiba secara mendadak, mengakibatkan kepedihan yang dalam bagi istri, anak, serta orang tua Farizal. Ibunya, Supinah, mengungkapkan dalam sebuah wawancara bahwa sebelumnya ada harapan Farizal akan kembali pada akhir April dan pulang ke Indonesia pada Mei. Namun, realita berubah ketika ia meninggal dalam tugas. Supinah mengingat hari‑hari terakhir melalui video call yang rutin dilakukan bersama ayahnya, yang kemudian terhubung dengan cucu di Aceh.

Pasukan TNI dan pemerintah Indonesia telah menyiapkan proses pemulangan jenazah. Informasi sementara menyebutkan bahwa jenazah diperkirakan tiba di Indonesia pada Rabu atau Kamis berikutnya. Rumah duka di Asrama Yonif 113/Jaya Sakti, Bireuen, Aceh, serta di desa asalnya di Sidorejo, Kulon Progo, dipenuhi kerabat, tetangga, serta tokoh daerah yang memberikan karangan bunga sebagai bentuk penghormatan.

Reaksi Nasional dan Internasional

Kepergian Farizal menambah daftar tiga prajurit TNI yang gugur dalam satu insiden di Lebanon. Pemerintah Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap penyelidikan internasional atas serangan yang menimpa pasukan perdamaian. Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa serangan terhadap personel PBB merupakan pelanggaran hukum internasional dan menuntut perlindungan lebih ketat bagi pasukan penjaga perdamaian.

Komunitas internasional juga menyampaikan belasungkawa. PBB, melalui Sekretaris Jenderal, menegaskan pentingnya keamanan bagi semua kontingen dalam misi UNIFIL, serta menyerukan penegakan gencatan senjata yang lebih ketat di wilayah konflik.

Warisan dan Pengingat

Keberanian Farizal menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya mereka yang terlibat dalam kegiatan sosial dan kepramukaan. Foto-foto yang diunggah di akun Instagram pribadinya (@farizalrmdn17) menampilkan momen-momen kebersamaan bersama rekan satu satuan, latihan militer, serta kunjungan ke desa‑desa di wilayah penugasan.

Walaupun usia masih muda, jejak pengabdian Farizal telah meninggalkan dampak signifikan. Penghargaan yang diraihnya, peran penting dalam menjaga disiplin satuan, serta partisipasinya dalam misi perdamaian internasional menjadi contoh nyata tentang semangat kebangsaan dan dedikasi tanpa pamrih.

Keluarga, sahabat, dan rekan-rekan setim kini berusaha menata kembali kehidupan setelah kehilangan. Mereka berharap agar proses pemulangan jenazah dapat selesai secepatnya, sehingga Farizal dapat dimakamkan dengan layak sesuai tradisi.

Kasus ini juga menegaskan pentingnya keselamatan pasukan perdamaian di zona konflik. Pemerintah Indonesia bersama komunitas internasional diharapkan dapat memperkuat mekanisme perlindungan, sehingga kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Dengan mengenang Praka Farizal Rhomadhon, bangsa Indonesia diingatkan akan nilai pengorbanan yang tinggi, serta pentingnya dukungan moral bagi para pahlawan yang berjuang di luar negeri demi menciptakan dunia yang lebih aman.

Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.
Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *