Setapak Langkah – 31 Maret 2026 | Setjen Kementerian Pertahanan, Karo Infohan, mengonfirmasi bahwa dua anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menjadi korban serangan di wilayah Lebanon. Informasi tersebut disampaikan oleh Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait dalam sebuah pernyataan resmi.
Insiden ini terjadi pada operasi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL), di mana pasukan TNI telah berpartisipasi sejak 2014 sebagai bagian dari komponen multinasional. Serangan yang menewaskan prajurit tersebut belum diidentifikasi secara pasti pelakunya, namun dugaan awal mengarah pada aksi kelompok bersenjata yang beroperasi di zona rawan konflik.
Berikut rangkuman singkat mengenai kehadiran TNI di Lebanon dan insiden serupa yang pernah terjadi:
- 2014: TNI mengirimkan kontingen pertama ke UNIFIL, berjumlah sekitar 400 personel.
- 2020: Terdapat laporan mengenai satu prajurit TNI yang tewas dalam ledakan di wilayah perbatasan.
- 2022: Dua prajurit TNI terluka ringan akibat tembakan lintas batas.
- 2024: Dua prajurit TNI kembali dilaporkan gugur dalam serangan terbaru ini.
Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait menegaskan bahwa Kementerian Pertahanan akan terus memantau situasi dan memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban. Pemerintah Indonesia juga menyatakan komitmennya untuk memastikan keselamatan personel militer yang bertugas di luar negeri serta menuntut klarifikasi dari pihak berwenang di Lebanon terkait keamanan di zona operasi.
Selain itu, Kemenhan mengingatkan pentingnya koordinasi intensif dengan pasukan UNIFIL dan otoritas lokal untuk mencegah terulangnya insiden serupa. Upaya diplomatik sedang digencarkan untuk memperoleh kepastian keamanan serta menegakkan hak-hak personel TNI yang berada dalam misi perdamaian internasional.