Setapak Langkah – 31 Maret 2026 | Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan) mengonfirmasi bahwa dua anggota TNI mengalami kecelakaan fatal saat melaksanakan tugas pengawalan pada operasi Pasukan Pemelihara Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) di Lebanon.
Rico menjelaskan bahwa prajurit yang gugur adalah anggota Batalyon Infanteri 2/Kostrad yang sedang menjalankan tugas pengawalan konvoi logistik kemanusiaan. Kendaraan mereka terserempak dengan ranjau anti-personel yang belum terdeteksi, mengakibatkan dua prajurit tewas seketika dan beberapa lainnya mengalami luka ringan.
- Korban meninggal: 2 orang (Sersan Ahmad dan Sersan Budi)
- Jumlah terluka: 3 orang (sedang dalam perawatan di rumah sakit militer setempat)
- Tugas: Pengawalan konvoi bantuan kemanusiaan UNIFIL
Kementerian Pertahanan menyatakan dukungan penuh kepada keluarga korban serta menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berkontribusi dalam operasi perdamaian internasional. Pihak Kemhan juga mengirimkan tim pendamping untuk memberikan bantuan medis dan administratif kepada korban.
UNIFIL, yang dibentuk pada tahun 1978, terus beroperasi di Lebanon dengan melibatkan pasukan multinasional, termasuk Indonesia. Insiden ini menambah catatan risiko tinggi yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian di zona konflik.
Pemerintah Indonesia melalui Menlu Pertahanan menegaskan bahwa kejadian ini akan menjadi evaluasi penting dalam peningkatan prosedur keselamatan, terutama dalam deteksi ranjau dan perangkat keamanan lainnya.