Pulau Cangkir Banten, Destinasi Unik dan Terbaru Di Tangerang yang Penuh Dengan Cerita Mistis

pulau cangkir

Ketika mendengar kata “cangkir” pasti kamu terbayang gelas kecil yang biasa digunakan untuk minum. Tetapi bagaimana jadinya jika wujudnya sebuah pulau? Media sosial sempat gempar dengan penampakan pulau di Tangerang yang bentuknya menyerupai cangkir.

Dikarenakan bentuknya yang unik, masyarakat mengenalnya sebagai Pulau Cangkir. Wisata Banten ini memiliki keindahan serta kemisteriusan tersendiri yang wajib kamu kunjungi untuk berlibur.

Asal Muasal Pulau Cangkir

Menurut beberapa sumber di Internet, Pulau Cangkir awalnya memang bukan tempat wisata. Kawasan ini hanya pulau kecil yang letaknya terpisah dari Pulau Jawa. Ukurannya pun tidaklah terlalu luas. Kurang lebih hanya sekitar 4,5 hektare.

Pada tahun 1995 dibangunlah sebuah jalan penghubung menuju Pulau Cangkir. Ide tersebut merupakan hasil swadaya masyarakat sekitar yang bekerja sama dengan pengurus makam seorang ulama besar. Di masa lalu sosoknya memiliki peran penting hingga mengantarkan dirinya mendapat julukan penjaga lautan.

Penamaan “Pulau Cangkir” sendiri diambil dari bentuk pulaunya yang menyerupai cangkir. Akan tetapi kalau diperhatikan sekilas bentuknya lebih mirip gelas. Dikarenakan masyarakat dulu sering menyebut gelas dengan sebutan cangkir, jadilah nama pulau ini menjadi Pulau Cangkir.

Tidak seperti pulau-pulau kecil di sekitarnya yang tak berpenghuni. Kondisi Pulau Cangkir begitu ramai dengan aktivitas para penduduk yang mendiami pulau tersebut. Dan di sepanjang garis pantai kamu akan melihat deretan rumah apung milik warga.

Daya Tarik Pulau Cangkir

Pulau Cangkir tidak dikenal sebagai wisata alam saja. Melainkan juga wisata religi yang sering mendapatkan kunjungan para peziarah dari berbagai daerah. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa di sana terdapat makam seorang ulama besar. Para peziarah sengaja datang guna melakukan perjalanan spiritual.

Tak jarang para peziarah juga jalan-jalan di sekitar pulau sambil menikmati pemandangan alamnya. Hamparan laut dan langit kebiruan adalah view utama dari pulau ini. Ada pula rerimbunan hutan bakau yang kian menambah keeksotisannya. Bisa dibilang wisata ini surga tersembunyi di Tangerang.

Selain kondisi alamnya yang asri dan alami. Masih banyak daya tarik lainnya yang belum diketahui khalayak umum. Inilah alasan mengapa artikel ini hadir agar kamu bisa mengenal lebih detail tentang Pulau Cangkir. Tanpa berbasa-basi lagi berikut ini penjelasan lengkapnya buat kamu.

Ikan Segar

2019 06 06
Sumber : Google Maps/Suhadi

Apabila kamu liburan ke Pulau Cangkir akan mencium bau ikan segar yang baru ditangkap oleh nelayan. Lantaran di sana ada pasar ikan yang menjual berbagai macam jenis ikan. Ada ikan laut, ikan hias, dan ikan tawar. Wisatawan bisa membelinya sebagai alternatif oleh-oleh untuk keluarga di rumah.

Jika tidak ingin kehabisan kamu harus datang pagi-pagi sekali. Dikarenakan kalau sudah menjelang siang atau sore pasti stok ikannya mulai menipis. Pasar ikan ini buka setiap hari dari Senin sampai dengan Minggu. Jam operasionalnya mulai dari pagi hingga petang.

Makam Syekh Waliyuddin

2022 09 04
Sumber : Google Maps/Masohir 02

Daya tarik utama dari Pulau Cangkir adalah makam seorang ulama besar dari Banten bernama Syekh Waliyuddin. Sosoknya yang begitu melegenda membuat siapapun berbondong-bondong berziarah ke makamnya. Ada yang datang seorang diri maupun rombongan. Biasanya mereka mengunjungi makam di hari-hari besar Islam.

Kondisi Makam Syekh Waliyuddin cukup terawat. Hal ini dikarenakan pihak pengurus selalu menjaga kebersihannya setiap hari. Seperti halnya makam para ulama, makam ini juga berpagar sebuah tembok besar. Uniknya, di dalam area makam ada pohon besar yang usianya lebih dari 100 tahun.

Hutan Bakau

2020 01 07
Sumber : Google Maps/Ahmad Yani

Selain mengunjungi makam, kamu juga bisa jalan-jalan di Hutan Bakau. Hutan ini termasuk daya tarik utama yang mampu menarik perhatian wisatawan. Lokasinya ada di sepanjang perairan Pulau Cangkir. Areanya sangat luas dan banyak dipenuhi pohon bakau dengan jumlahnya yang ribuan.

Penduduk sekitar sengaja menghadirkan hutan bakau guna mencegah abrasi sekaligus mempercantik tampilan pulau. Agar bisa menyusuri areanya kamu harus melewati jembatan kayu. Sesampainya di sana kamu akan disambut beraneka macam satwa. Seperti kepiting, udang, bangau, dan burung sikatan.

Sumber Mata Air Keramat

Tidak jauh dari Makam Syekh Waliyuddin, ada satu lagi peninggalan sejarah berupa sumber mata air keramat. Dari bibir pantai jaraknya hanya sekitar 5 sampai 10 meter. Sumber tersebut berbentuk sumur tua yang biasa disebut penduduk setempat dengan sumur kembar.

Sengaja namanya sumur kembar karena jumlah sumurnya ada dua. Kedua sumur itu diberi nama Sulanjana dan Sulanjani. Artinya tidak lain sumber mata air jernih dan menyegarkan. Masyarakat sekitar percaya bahwa airnya bisa mendatangkan keberkahan. Maka jangan heran jika airnya sering digunakan untuk berwudu dan minum.

Pantai Pasir Putih

2021 08 27
Sumber : Google Maps/Arif Hidayat

Liburan ke Pulau Cangkir tidak lengkap rasanya jika belum menghabiskan waktu di sekitar bibir pantainya. Menikmati langit senja sambil jalan-jalan atau sekedar duduk santai pasti menyenangkan. Pemandangan matahari terbenam di pulau ini tampak indah dengan cahaya jingga keemasan memenuhi langit kebiruan. Sangat cocok bukan untuk background foto?

Bermain air di pantainya juga tak jadi masalah. Pasalnya ombaknya tidak terlalu besar sehingga cukup aman digunakan pengunjung untuk berenang. Apalagi dengan warna airnya yang jernih sebening kristal. Tentunya kian mengundang minat wisatawan. Bagi yang tidak mahir berenang bisa menyewa alat bantu ban atau pelampung.

Harga Tiket Masuk

Pihak pengelola Pulau Cangkir tidak mengenakan harga tiket masuk yang terlalu mahal. Wisatawan cukup mengeluarkan uang Rp20.000 untuk membeli satu tiket. Harga ini sudah sangat terjangkau dengan penyediaan fasilitas lengkap dan memadai. Jika membawa kendaraan pribadi kamu akan dikenakan biaya tambahan untuk retribusi parkir.

Jam Buka

Tidak ada jam operasional di Pulau Cangkir. Wisata ini buka selama 24 jam non stop. Kamu bebas mengunjunginya kapanpun dan di hari apapun. Akan tetapi masyarakat lebih suka datang pas siang atau sore hari. Ada juga yang berkunjung malam hari untuk sekedar berziarah.

Fasilitas Umum

Penyediaan fasilitas umum terbilang penting demi menunjang kebutuhan para pengunjung. Maka dari itu pihak pengelola wisata Pulau Cangkir berupaya menyediakan sarana dan prasarana memadai. Beberapa diantaranya sebagai berikut.

  • Area parkir
  • Mushola
  • Toilet umum
  • Kamar mandi
  • Penginapan
  • Gazebo
  • Pusat oleh-oleh
  • Warung makan

Tips Berkunjung

Kamu perlu memperhatikan beberapa hal berikut agar perjalanan kamu berjalan lancar.

  1. Pertama, pastikan kondisi badan kamu dalam keadaan sehat karena jarak ke sana lumayan jauh.
  2. Kedua, sebelum berangkat cek perkiraan cuaca terlebih dahulu. Semisal hujan sebaiknya kamu tunda dulu dan cari hari lain.
  3. Ketiga, bawalah barang-barang yang penting saja. Misalnya obat-obatan pribadi, uang tunai, surat-surat kendaraan, perlengkapan mandi, dan baju ganti.
  4. Keempat, ketika mengunjungi makam kenakan pakaian tertutup dan sopan.
  5. Kelima, selalu patuhi peraturan yang ada untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Semoga ulasan tentang wisata Pulau Cangkir ini bermanfaat. Agar semakin banyak orang yang tahu, jangan lupa membagikan informasi ini kepada teman atau keluarga. Harapannya namanya kian dikenal luas sehingga bisa mendatangkan banyak wisatawan dari seluruh penjuru Indonesia.

Avatar for Indriani
Indriani Memiliki kesibukan sebagai content writer dan menyukai bidang gambar, baca, dan menulis.
Avatar for Indriani
Indriani Memiliki kesibukan sebagai content writer dan menyukai bidang gambar, baca, dan menulis.
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments