Setapak Langkah – 07 April 2026 | Jakarta, 5 April 2026 – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menyatakan komitmennya untuk mencari solusi konkret dalam meningkatkan kesejahteraan guru honorer dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Sekolah Dasar (SD) Inpres Kaniti, Kupang. Pernyataan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja beliau ke sekolah pada Senin (5/4/2026).
Gibran menegaskan bahwa peran guru honorer dan PPPK sangat vital dalam proses mencerdaskan generasi bangsa, terutama di daerah terpencil. “Guru‑guru ini adalah garda terdepan pendidikan, namun seringkali mereka menghadapi ketidakpastian pendapatan dan fasilitas yang tidak memadai,” ujar Gibran.
Berikut beberapa langkah yang diusulkan oleh tim Wapres untuk mengatasi permasalahan tersebut:
- Penyusunan regulasi khusus yang menjamin hak‑hak finansial guru honorer dan PPPK, termasuk tunjangan kesehatan dan pensiun.
- Pembentukan dana khusus yang dikelola pemerintah daerah untuk menambah gaji pokok dan insentif mengajar di daerah terpencil.
- Penyediaan program pelatihan dan sertifikasi agar guru honorer dapat beralih menjadi PPPK atau PNS dengan syarat yang transparan.
- Pengembangan sistem monitoring berbasis digital untuk memantau kesejahteraan guru secara real‑time.
- Kolaborasi dengan lembaga swasta dan organisasi non‑pemerintah dalam program beasiswa dan bantuan materi pengajaran.
Data terbaru yang dikumpulkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang menunjukkan kondisi berikut:
| Kategori | Jumlah | Kondisi Rata‑Rata |
|---|---|---|
| Guru Honorer | 58 | Gaji bulanan Rp1.500.000‑2.000.000 |
| Guru PPPK | 32 | Gaji bulanan Rp2.500.000‑3.000.000 |
| Guru PNS | 15 | Gaji bulanan Rp4.000.000‑5.000.000 |
Selain langkah‑langkah di atas, Wapres juga berjanji akan mengadakan forum dialog rutin antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perwakilan guru untuk mengevaluasi pelaksanaan kebijakan. Forum tersebut diharapkan dapat menjadi wadah aspirasi serta memonitor progres implementasi program.
Penguatan kesejahteraan guru honorer di SD Inpres Kaniti diharapkan tidak hanya meningkatkan motivasi tenaga pengajar, tetapi juga berdampak positif pada prestasi belajar siswa, terutama di wilayah yang masih mengalami kesulitan akses pendidikan.
Dengan komitmen ini, pemerintah menegaskan kembali prioritasnya dalam memperkuat sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan nasional.