Setapak Langkah – 06 Juli 2026 | Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menekankan pentingnya memperkuat kemandirian produksi jagung di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Dalam kunjungan kerja yang dilaksanakan pada bulan April 2024, ia mengajak pemerintah daerah untuk meningkatkan luas tanam, produktivitas, dan kualitas benih guna mencapai swasembada jagung.
- Meningkatkan luas tanam jagung dari 12.000 hektar menjadi 15.000 hektar dalam dua tahun ke depan.
- Mengadopsi varietas unggul yang tahan terhadap hama dan perubahan iklim.
- Memberikan bantuan bibit dan pupuk bersubsidi kepada petani kecil.
- Mengoptimalkan penggunaan teknologi presisi untuk meningkatkan efisiensi lahan.
- Memperkuat jaringan pemasaran lokal dan regional agar hasil panen dapat tersalurkan dengan baik.
Berikut rangkuman target produksi jagung Ponorogo hingga 2026:
| Tahun | Produksi (ton) | Target Swasembada (ton) |
|---|---|---|
| 2023 | 4.300 | 5.500 |
| 2024 | 5.200 | 5.800 |
| 2025 | 5.800 | 6.200 |
| 2026 | 6.400 | 6.500 |
Hanif Faisol menambahkan bahwa pencapaian swasembada tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan nasional, tetapi juga membuka peluang lapangan kerja di sektor pertanian dan meningkatkan pendapatan petani. Ia mengharapkan sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, serta lembaga penelitian untuk mempercepat adopsi teknologi pertanian modern.
Pemerintah Kabupaten Ponorogo menyatakan komitmen penuh dalam melaksanakan rekomendasi tersebut, dengan menyiapkan anggaran khusus dan membentuk tim koordinasi yang melibatkan dinas pertanian, dinas koperasi, serta perwakilan petani.