Setapak Langkah – 12 Mei 2026 | Andrie Yunus, korban penyiraman air keras yang menjadi sorotan publik, masih dirawat secara intensif di RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Setelah menjalani operasi mata kiri pada awal April, kondisi mata kanannya mengalami komplikasi yang memaksa tim medis melakukan operasi lanjutan pada 7 Mei 2024.
Berikut rangkaian peristiwa penting terkait perawatan Andrie Yunus:
- 29 Maret 2024: Andrie Yunus terkena semprotan air keras saat meliput aksi demonstrasi.
- 1 April 2024: Dilakukan operasi darurat pada mata kiri di RSCM.
- 15 April 2024: Pemeriksaan lanjutan menunjukkan peradangan pada mata kanan.
- 7 Mei 2024: Operasi mata kanan dilaksanakan kembali dengan teknik mikrosektomi.
- Setelah operasi: Pasien dipindahkan ke ruang perawatan intensif untuk pemantauan visual dan penanganan komplikasi.
Tim dokter RSCM menyatakan bahwa operasi mata kanan berjalan lancar tanpa komplikasi mayor. Namun, pemulihan fungsi penglihatan masih membutuhkan waktu dan rehabilitasi lanjutan. Dokter menekankan pentingnya kontrol rutin dan penggunaan obat antiinflamasi serta antibiotik sesuai jadwal.
Selama masa perawatan, Andrie Yunus berada dalam pengawasan tim medis 24 jam. Kondisi vitalnya stabil, namun ia masih mengalami rasa nyeri dan penglihatan yang terbatas pada mata kanan. Keluarga dan tim manajemen publikasi terus memberikan dukungan moral dan informasi terkini kepada publik.
Para pengamat menilai bahwa kasus ini menambah sorotan pada pentingnya protokol keamanan bagi jurnalis yang berada di lapangan, terutama saat meliput aksi massa yang berpotensi berbahaya. Sementara itu, pihak RSCM mengingatkan bahwa penanganan cepat dan tepat sangat krusial untuk meminimalkan kerusakan permanen pada organ sensitif seperti mata.
Ke depan, Andrie Yunus dijadwalkan menjalani serangkaian pemeriksaan lanjutan, termasuk tes visual dan evaluasi rehabilitasi optik. Harapan utama adalah memulihkan fungsi penglihatan seoptimal mungkin dan mengembalikan aktivitas jurnalistiknya.