Setapak Langkah – 06 Mei 2026 | Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama dengan Fujita Health University (FHU) dari Jepang menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang menegaskan komitmen kedua institusi dalam mengembangkan riset inovasi kesehatan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang medis dan teknologi kesehatan.
Kerjasama ini mencakup beberapa bidang utama, antara lain:
- Pembentukan laboratorium bersama untuk penelitian penyakit menular dan terapi gen.
- Pertukaran mahasiswa dan dosen melalui program beasiswa serta kunjungan akademik selama satu semester atau satu tahun.
- Pengembangan kurikulum berbasis teknologi digital health, termasuk telemedicine dan analisis data kesehatan.
- Pelaksanaan workshop, seminar, dan konferensi internasional yang melibatkan peneliti dari kedua negara.
Pihak Unhas menegaskan bahwa kolaborasi ini akan meningkatkan kompetensi fakultas kedokteran serta memperluas jaringan penelitian internasional. Sementara itu, FHU menyoroti pentingnya akses ke keanekaragaman data klinis di Indonesia sebagai bahan baku penelitian yang dapat mempercepat penemuan terapi baru.
Selain aspek akademik, MoU juga mencakup penciptaan startup berbasis teknologi kesehatan yang melibatkan mahasiswa dan peneliti muda. Dukungan pendanaan awal akan disalurkan melalui hibah bersama, dengan tujuan menghasilkan produk atau layanan yang dapat diimplementasikan di rumah sakit dan komunitas lokal.
Program pertukaran dosen direncanakan mulai semester genap 2024/2025, dengan target awal mengirimkan lima dosen Unhas ke FHU untuk penelitian kolaboratif, serta menerima lima akademisi Jepang di Unhas. Selama periode tersebut, kedua belah pihak akan melakukan evaluasi tahunan untuk mengukur capaian riset, publikasi ilmiah, serta dampak sosial ekonomi dari inovasi yang dihasilkan.
Dengan langkah ini, Unhas dan FHU berharap dapat memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem inovasi kesehatan global, sekaligus menyiapkan generasi profesional yang kompeten dalam mengatasi tantangan kesehatan masa depan.