Setapak Langkah – 02 April 2026 | Dalam sebuah pidato yang disiarkan secara langsung, mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh Iran sebagai penyebab utama kenaikan harga bensin di Amerika. Trump menyatakan bahwa serangan-serangan Iran yang “gila-gilaan” telah mengganggu pasokan minyak dunia, memicu lonjakan harga energi di pasar internasional.
Para pengamat pasar energi menilai bahwa pernyataan Trump dapat memperburuk sentimen pasar, terutama karena Amerika dan sekutunya masih berusaha menegosiasikan kembali pasokan minyak setelah sanksi yang diberlakukan pada Iran. Kenaikan harga minyak mentah secara langsung berdampak pada harga bensin, yang diperkirakan akan meningkat sekitar 5-7 persen dalam beberapa minggu ke depan.
- Trump menuduh Iran sebagai faktor utama kenaikan harga bensin.
- Operasi militer AS terhadap Iran diproyeksikan berlangsung 2-3 minggu.
- Analisis pasar memperkirakan kenaikan harga bensin sebesar 5-7%.
- Stabilitas pasar minyak tergantung pada dinamika geopolitik dan kebijakan sanksi.
Reaksi pemerintah Indonesia menekankan pentingnya diversifikasi sumber energi dan menjaga stabilitas harga bahan bakar dalam negeri. Sementara itu, konsumen diharapkan dapat merasakan dampak kenaikan harga tersebut dalam pengeluaran harian, terutama bagi mereka yang sangat bergantung pada transportasi pribadi.