Setapak Langkah – 08 Mei 2026 | PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) melaporkan bahwa nilai total pertanggungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah mencapai Rp810,3 triliun pada akhir Maret 2026. Angka ini menandakan peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya, mencerminkan peran penting KUR dalam mendukung usaha kecil dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.
Sejak peluncuran program KUR, Askrindo bertindak sebagai penjamin utama, menanggung risiko kredit bagi lebih dari 2,5 juta nasabah. Pertumbuhan nilai pertanggungan selama 12 bulan terakhir tercatat sebesar 13,8 persen, dengan rata‑rata nilai pertanggungan per nasabah naik dari Rp300 juta menjadi Rp324 juta.
Berikut rangkuman data kunci yang disampaikan Askrindo:
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Total Nilai Pertanggungan KUR | Rp810,3 triliun |
| Jumlah Nasabah Tertanggung | ≈2,5 juta |
| Pertumbuhan YoY | 13,8 % |
| Rata‑rata Nilai Pertanggungan per Nasabah | Rp324 juta |
Para pengamat ekonomi menilai bahwa lonjakan ini tidak hanya memperkuat likuiditas perbankan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan pelaku usaha kecil dalam mengakses pembiayaan. Dengan dukungan asuransi kredit yang luas, risiko gagal bayar dapat diminimalkan, sehingga bank lebih bersedia menyalurkan kredit dengan suku bunga yang kompetitif.
Ke depan, Askrindo menargetkan peningkatan nilai pertanggungan hingga Rp1.000 triliun pada akhir 2027, seiring dengan upaya pemerintah memperluas cakupan KUR ke sektor pertanian, manufaktur, dan pariwisata. Peningkatan ini diharapkan dapat menstimulasi penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan PDB nasional.