Setapak Langkah – 19 Agustus 2026 | Setelah gempa bumi mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Komando Utama Pertamina (Komut) segera melakukan peninjauan lapangan untuk menilai dampak terhadap infrastruktur energi, khususnya stok bahan bakar minyak (BBM). Fokus utama tim adalah memastikan bahwa distribusi BBM tetap berjalan lancar demi memenuhi kebutuhan penduduk serta mendukung operasi tim penanggulangan bencana.
Tim Komut melakukan beberapa langkah penting, antara lain:
- Menelusuri kondisi terminal penyimpanan BBM di Pulau-pulau utama NTT, termasuk memeriksa integritas tangki dan jaringan pipa.
- Berkoordinasi dengan otoritas daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan pihak kepolisian untuk mengidentifikasi area yang paling terdampak dan memprioritaskan pasokan ke lokasi kritis.
- Mengaktifkan prosedur darurat internal Pertamina, seperti mobilisasi armada tangki tambahan dan penempatan tim teknis di titik-titik strategis.
- Mengawasi secara real‑time tingkat persediaan BBM melalui sistem SCADA untuk mencegah kekosongan stok di pompa bensin dan fasilitas layanan publik.
Hasil peninjauan menunjukkan bahwa sebagian besar fasilitas penyimpanan tidak mengalami kerusakan struktural yang signifikan. Namun, beberapa jalan akses menuju terminal mengalami gangguan karena longsor, sehingga tim logistik mengalihkan rute pengiriman menggunakan jalur laut dan helikopter bila diperlukan.
Untuk menjamin kelancaran suplai, Pertamina juga menyiapkan cadangan BBM di gudang darurat yang terletak di daerah yang relatif aman. Stok cadangan ini diperkirakan cukup untuk memenuhi permintaan harian selama tiga hari ke depan, dengan rencana pengisian ulang segera setelah kondisi jalan membaik.
Selain upaya fisik, Komut mengedukasi masyarakat tentang penggunaan BBM yang efisien selama masa darurat, serta mengingatkan agar tidak menimbun bahan bakar secara berlebihan. Pesan ini disampaikan melalui media lokal, posko darurat, dan jaringan sosial resmi pemerintah.
Dengan langkah-langkah tersebut, Pertamina berkomitmen menjaga ketersediaan BBM di NTT tetap stabil, sehingga proses penanggulangan bencana dapat berlangsung tanpa hambatan logistik yang berarti.