Setapak Langkah – 07 April 2026 | Tim Set Nasional Narkotika (NCB) Interpol Divisi Hubinter Polri berhasil menangkap Andre Fernando Tjhandra, yang dikenal dengan julukan “The Doctor“, di Penang, Malaysia pada Minggu, 5 April 2024. Penangkapan ini dilakukan bersama Special Branch Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) setelah operasi lintas negara yang berlangsung selama beberapa bulan.
Andre Fernando Tjhandra, seorang warga Indonesia, telah lama menjadi figur sentral dalam jaringan perdagangan narkoba internasional. Ia dikenal sebagai bandar yang menyuplai bahan prekursor dan narkotika sintetis ke beberapa wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Sebelumnya, nama “The Doctor” sempat muncul dalam beberapa laporan intelijen narkotika, namun keberadaan fisiknya baru dapat diverifikasi melalui kerja sama operatif antara NCB Interpol dan aparat kepolisian Malaysia.
Operasi penangkapan melibatkan langkah-langkah berikut:
- Pengumpulan intelijen dari unit intelijen narkotika Indonesia dan Malaysia.
- Koordinasi lintas negara melalui jaringan Interpol untuk mengamankan surat perintah penangkapan.
- Pengawasan selama tiga minggu di kawasan Pelabuhan Penang, tempat tersangka diyakini melakukan transaksi.
- Eksekusi penangkapan pada dini hari, diikuti dengan pengamanan barang bukti berupa narkotika jenis metamfetamin, bahan baku kimia, serta catatan transaksi elektronik.
Penangkapan Andre Fernando Tjhandra juga menyingkap keterkaitannya dengan kasus buron narkoba yang melibatkan AKBP Didik Putra Kuncoro, seorang perwira tinggi Polri yang kini menjadi buronan setelah dituduh memfasilitasi peredaran narkotika melalui jaringan yang dipimpin oleh “The Doctor”. Menurut penyelidikan awal, AKBP Didik diduga memberikan perlindungan logistik dan akses ke wilayah-wilayah strategis untuk penyelundupan narkoba, sekaligus menerima suap dalam bentuk uang tunai dan properti.
Berikut ini merupakan poin-poin utama yang diungkapkan oleh penyidik:
- AKBP Didik Putra Kuncoro diduga memiliki hubungan pertemanan lama dengan Andre Fernando Tjhandra sejak 2018.
- Rekaman telepon dan pesan elektronik menunjukkan koordinasi pengiriman narkotika dari Penang ke pelabuhan di Jawa Barat.
- Sebagai imbalan, Didik Putra Kuncoro menerima sejumlah uang yang diestimasi mencapai puluhan miliar rupiah.
- Penggunaan fasilitas kepolisian untuk menutupi jejak logistik, termasuk penyimpanan sementara barang bukti di gudang yang dikelola oleh rekan-rekan internal.
Pihak kepolisian Indonesia menyatakan bahwa penangkapan “The Doctor” merupakan langkah penting dalam memutus rantai pasokan narkotika internasional. Kepala Divisi Narkotika Interpol, Kombes Pol. Irwan Prasetyo, menegaskan bahwa proses penegakan hukum terhadap AKBP Didik Putra Kuncoro akan terus berlanjut, meski pelaku saat ini masih menjadi buronan dan diperkirakan melarikan diri ke luar negeri.
Reaksi publik terhadap kasus ini mencerminkan keprihatinan mendalam terhadap korupsi di kalangan aparat penegak hukum. Banyak pihak menuntut transparansi penuh serta penegakan hukum tanpa pandang bulu, baik bagi jaringan kriminal internasional maupun bagi aparat yang diduga terlibat dalam praktik korupsi.
Kasus ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas kerjasama internasional dalam memerangi perdagangan narkotika. Dengan berhasilnya penangkapan “The Doctor” di Malaysia, diharapkan negara-negara ASEAN dapat memperkuat mekanisme pertukaran informasi dan operasi gabungan guna menanggulangi ancaman narkotika yang semakin terorganisir.
Proses hukum terhadap Andre Fernando Tjhandra kini memasuki tahap penyidikan lanjutan di Malaysia, sementara Indonesia menyiapkan proses ekstradisi untuk memastikan tersangka dapat diadili di pengadilan Indonesia. Sementara itu, pencarian terhadap AKBP Didik Putra Kuncoro terus digencarkan oleh Tim Buron Narkoba Polri.