Setapak Langkah – 30 Juli 2026 | Survei terbaru yang dirilis pada akhir Juni 2024 menunjukkan penurunan tajam dalam tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto, dengan skor turun dari 68% pada awal tahun menjadi 42% dalam survei terakhir.
Penurunan ini terjadi bersamaan dengan pengumuman mendadaknya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Perry Warjiyo, mengundurkan diri dari jabatan Gubernur Bank Indonesia. Keputusan tersebut menambah ketidakpastian di kalangan pelaku pasar, khususnya di pasar valuta asing.
Para analis menilai bahwa kombinasi antara menurunnya kepercayaan terhadap kebijakan pemerintahan dan ketidakpastian kepemimpinan Bank Indonesia dapat memicu pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Pada sesi perdagangan hari ini, rupiah diperdagangkan pada kisaran 15.600‑15.650 per dolar, melemah sekitar 0,4% dibandingkan penutupan sebelumnya.
| Parameter | Awal 2024 | Juni 2024 |
|---|---|---|
| Skor Kepuasan Prabowo (%) | 68 | 42 |
| Nilai Tukar Rupiah (per USD) | 15.200 | 15.620 |
Sentimen negatif ini juga dipengaruhi oleh spekulasi bahwa pengganti Perry Warjiyo belum jelas, sehingga pasar menilai kebijakan moneter akan menjadi lebih volatil. Beberapa bank sentral regional menyatakan kesiapan mereka untuk berkoordinasi dengan Bank Indonesia, namun hal tersebut belum cukup meredam kekhawatiran investor.
Di sisi lain, pemerintah menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas harga dan nilai tukar melalui intervensi pasar bila diperlukan. Namun, para ekonom memperingatkan bahwa tanpa kepemimpinan yang konsisten, rupiah dapat terus berada di bawah tekanan, terutama bila inflasi global tetap tinggi.
Dengan kondisi tersebut, para pelaku pasar disarankan untuk memperhatikan perkembangan kebijakan moneter serta langkah-langkah pemerintah dalam mengatasi penurunan kepercayaan publik, karena faktor-faktor tersebut akan sangat memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah ke depan.