Setapak Langkah – 14 Mei 2026 | Seekor sapi jantan berusia sekitar dua tahun dari Padukuhan Salakan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, resmi terpilih menjadi hewan kurban milik Presiden untuk perayaan Idul Adha tahun ini. Sapi yang diberi nama “Sontrot” ini memiliki berat mencapai 1,5 ton, menjadikannya kandidat unggulan dalam proses seleksi ketat yang digelar oleh Tim Kurban Presiden.
Sontrot berasal dari peternakan keluarga petani lokal yang telah mengelola ternak selama lebih dari tiga generasi. Pemiliknya, Bapak Suparno, menyatakan kebanggaannya setelah sapi miliknya dipilih, mengingat proses seleksi melibatkan ribuan hewan dari seluruh Indonesia.
Tim Kurban Presiden menilai calon hewan kurban berdasarkan beberapa kriteria utama, antara lain:
- Berat badan minimal 1,2 ton untuk memastikan daging yang cukup bagi jamaah.
- Kesehatan yang terjamin, dengan hasil pemeriksaan laboratorium bebas penyakit menular.
- Kualitas daging yang baik, dilihat dari tekstur dan kandungan lemak.
- Keaslian breed lokal atau unggulan yang sesuai dengan standar kurban.
Berikut rangkuman kriteria yang dipakai dalam tabel:
| Kriteria | Deskripsi |
|---|---|
| Berat | Minimal 1,2 ton, Sontrot mencapai 1,5 ton |
| Kesehatan | Hasil tes laboratorium bebas penyakit |
| Kualitas Daging | Tekstur lembut, kandungan lemak ideal |
| Asal | Peternakan lokal Yogyakarta |
Reaksi warga setempat sangat positif. Banyak yang menganggap keberhasilan Sontrot sebagai bukti keunggulan peternakan tradisional di Bantul serta sebagai peluang promosi bagi produk-produk agrikultural daerah. Pemerintah kabupaten pun berencana menjadikan cerita ini sebagai contoh sukses dalam program pendampingan peternak.
Pada hari kurban, Sontrot akan dibawa ke Masjid Agung Yogyakarta, di mana pemotongan akan dilakukan secara syariah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Dagingnya nantinya akan didistribusikan kepada keluarga kurang mampu serta lembaga sosial yang berpartisipasi dalam program kurban nasional.
Dengan terpilihnya Sontrot, harapan besar muncul bagi peternak kecil di seluruh Indonesia untuk meningkatkan standar produksi dan berpartisipasi dalam program kurban yang tidak hanya bersifat religius, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan sosial.