Setapak Langkah – 14 Mei 2026 | Negara-negara anggota ASEAN baru-baru ini menyepakati langkah-langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi regional, mengingat tekanan pasokan energi yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah. Keputusan tersebut diambil dalam pertemuan puncak yang dihadiri para menteri energi dan pejabat senior ASEAN.
Berbagai inisiatif utama dibahas, antara lain:
- Peningkatan koordinasi kebijakan energi antarnegara anggota untuk memastikan pasokan yang stabil.
- Pengembangan proyek energi terbarukan bersama, seperti tenaga surya, angin, dan biomassa, guna mengurangi ketergantungan pada impor minyak.
- Pembangunan cadangan minyak strategis regional yang dapat diakses secara bersama bila terjadi gangguan pasokan.
- Investasi dalam infrastruktur listrik lintas batas, termasuk jaringan transmisi dan penyimpanan energi.
- Pembentukan pusat riset dan inovasi energi ASEAN untuk mempercepat adopsi teknologi bersih.
Selain itu, ASEAN berkomitmen untuk memperkuat mekanisme berbagi informasi pasar energi, sehingga negara anggota dapat merespons fluktuasi harga secara cepat dan terkoordinasi. Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keamanan energi, tetapi juga mendukung agenda dekarbonisasi dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di kawasan.
Dengan sinergi yang lebih erat, ASEAN berharap dapat mengurangi kerentanan terhadap gejolak geopolitik eksternal, menjaga stabilitas harga energi bagi konsumen, dan mempercepat transisi menuju masa depan energi yang lebih bersih dan mandiri.