Setapak Langkah – 03 April 2026 | Seiring dengan meningkatnya biaya energi global, pemerintah dan perusahaan mulai mengeksplorasi alternatif kebijakan kerja dari rumah (WFH) pada hari Jumat sebagai upaya mengurangi konsumsi listrik dan bahan bakar. Beberapa akademisi menilai langkah ini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap penghematan energi nasional.
Penelitian terbaru mengidentifikasi beberapa mekanisme utama yang membuat WFH pada hari Jumat efektif dalam menurunkan beban energi:
- Pengurangan penggunaan listrik di kantor: Lampu, pendingin ruangan, dan peralatan IT tidak beroperasi selama satu hari penuh.
- Penurunan emisi transportasi: Karyawan tidak melakukan perjalanan pulang‑pergi, sehingga konsumsi BBM dan emisi CO₂ berkurang.
- Optimasi penggunaan energi rumah: Dengan pola kerja yang teratur, rumah dapat diatur agar konsumsi listrik tetap efisien, misalnya dengan mematikan peralatan yang tidak diperlukan.
Data simulasi yang dilakukan oleh tim riset di Universitas Indonesia menunjukkan bahwa implementasi WFH setiap Jumat dapat menurunkan konsumsi listrik sektor komersial hingga 5‑7 persen per minggu, sementara penurunan kebutuhan BBM untuk transportasi dapat mencapai 3‑4 persen.
Berikut rangkuman manfaat potensial yang diharapkan:
| Aspek | Penghematan |
|---|---|
| Listrik kantor | 5‑7% per minggu |
| BBM transportasi | 3‑4% per minggu |
| Emisi CO₂ | Penurunan sekitar 2,5 juta ton per tahun (proyeksi nasional) |
Meski manfaat energi tampak menjanjikan, para pakar menekankan bahwa keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur digital, disiplin manajemen waktu, serta dukungan budaya kerja yang fleksibel. Tanpa jaringan internet yang stabil dan platform kolaborasi yang memadai, produktivitas dapat menurun, mengurangi efektivitas penghematan energi.
Selain itu, kebijakan WFH Jumat tidak dimaksudkan sebagai pengganti strategi jangka panjang seperti diversifikasi sumber energi terbarukan. Sebaliknya, ia berfungsi sebagai langkah penyesuaian jangka menengah yang dapat memberi ruang bagi pemerintah mengimplementasikan kebijakan energi yang lebih ambisius tanpa harus mengandalkan kenaikan harga BBM secara drastis.
Secara keseluruhan, akademisi sepakat bahwa kebijakan kerja dari rumah pada hari Jumat dapat menjadi instrumen praktis untuk menurunkan beban energi nasional, asalkan diterapkan dengan perencanaan yang matang dan didukung oleh teknologi informasi yang handal.