histats

Siswa MTs di Pati Diduga Dibully hingga Dua Ruas Jari Putus, Sekolah Sebut Kecelakaan

Siswa MTs di Pati Diduga Dibully hingga Dua Ruas Jari Putus, Sekolah Sebut Kecelakaan

Setapak Langkah – 02 Agustus 2026 | Seorang murid kelas VII di sebuah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dilaporkan menjadi korban perundungan (bullying) yang berujung pada cedera serius. Menurut saksi, korban mengalami luka pada dua ruas jari tangan yang akhirnya harus dipotong karena tidak dapat dipulihkan.

Insiden tersebut terjadi pada minggu lalu di lingkungan sekolah. Awalnya, korban dilaporkan mengalami tekanan psikologis dari sekelompok siswa senior. Tekanan tersebut berkembang menjadi tindakan fisik, termasuk penyeretan dan pencengkeraman yang mengakibatkan jari-jari korban terjepit secara berulang.

Pihak sekolah menyatakan bahwa cedera tersebut merupakan akibat kecelakaan saat siswa sedang berada di area bermain. Namun, orang tua korban menolak versi tersebut dan menuntut penyelidikan lebih lanjut. Mereka menegaskan bahwa luka pada jari tidak mungkin terjadi secara tidak sengaja mengingat adanya bukti bekas memar dan sayatan pada kulit.

Polisi setempat telah membuka penyelidikan dan memanggil saksi-saksi, termasuk guru kelas dan staf keamanan sekolah. Sementara itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Pati menyampaikan keprihatinannya dan berjanji akan melakukan audit internal terhadap prosedur keamanan serta memberikan edukasi anti‑bullying kepada seluruh siswa.

Kasus ini menambah deretan insiden bullying di lingkungan pendidikan Indonesia yang semakin mendapat sorotan publik. Menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, laporan bullying di sekolah meningkat sekitar 15% dalam dua tahun terakhir, terutama di daerah pedesaan.

Berikut langkah‑langkah yang biasanya diambil oleh pihak berwenang dalam menangani kasus bullying sekolah:

  • Pengumpulan keterangan saksi dan bukti fisik.
  • Pemeriksaan medis terhadap korban.
  • Wawancara dengan pelaku dan orang tua.
  • Penerapan sanksi disiplin sesuai peraturan sekolah.
  • Penyuluhan dan program pencegahan bullying.

Para ahli menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung. Mereka menyarankan agar sekolah memperkuat kebijakan anti‑bullying, melibatkan konselor psikolog, serta meningkatkan pengawasan di area-area rawan konflik.

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Keluarga korban berharap adanya keadilan dan tindakan tegas bagi pelaku, serta perbaikan kebijakan keamanan di sekolah.

Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.
Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *