Setapak Langkah – 30 Maret 2026 | SETC (Sampoerna Entrepreneurship Training Center) dan Yayasan INOTEK (Indonesian Technology Innovation Foundation) mengumumkan peluncuran program kolaboratif yang menargetkan penguatan ekosistem wirausaha di seluruh wilayah Indonesia.
Program ini mencakup pendirian 20 “Collaborator Hub” yang tersebar di daerah‑daerah strategis, mulai dari provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tinggi hingga daerah terpencil yang belum banyak tersentuh oleh inovasi bisnis.
Berikut ini adalah beberapa fokus utama dari sinergi tersebut:
- Pengembangan kompetensi wirausahawan melalui pelatihan intensif, mentoring, dan akses ke jaringan investor.
- Penyediaan fasilitas coworking, laboratorium prototipe, dan platform digital untuk menguji produk serta layanan baru.
- Kolaborasi antara start‑up, lembaga pendidikan, dan industri untuk menciptakan solusi yang relevan dengan kebutuhan pasar lokal.
- Peningkatan akses permodalan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui skema pembiayaan inovatif.
- Monitoring dan evaluasi dampak ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Ke-20 hub tersebut akan dibagi menjadi tiga fase peluncuran:
| Fase | Jumlah Hub | Wilayah Target |
|---|---|---|
| Fase I | 7 | Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta |
| Fase II | 8 | Sumatra Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan |
| Fase III | 5 | Provinsi dengan potensi pertumbuhan tinggi di wilayah timur Indonesia |
Dengan memanfaatkan jaringan luas SETC yang telah melatih ribuan wirausahawan sejak 2015, serta dukungan teknis dan riset inovatif dari INOTEK, diharapkan kolaborasi ini dapat menstimulasi penciptaan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan daerah, dan mempercepat adopsi teknologi di sektor usaha tradisional.
Para pemangku kepentingan menilai bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah hub yang didirikan, melainkan dari kualitas ekosistem yang terbentuk, termasuk pertumbuhan startup lokal, peningkatan produktivitas UMKM, dan kontribusi nyata terhadap Produk Domestik Regional (PDR).
Implementasi program diperkirakan akan dimulai pada kuartal pertama tahun depan, dengan target jangka panjang menciptakan lebih dari 5.000 lapangan kerja baru dan meningkatkan nilai ekonomi daerah yang terlibat sebesar 15 % dalam lima tahun.