Setapak Langkah – 11 April 2026 | Kepala Posko Wilayah Aceh Satuan Tugas Penanganan Risiko (Satgas PRR), Safrizal, membantah beredar narasi bahwa pemerintah telah menyerah dalam mengatasi permasalahan lumpur pasca bencana di Aceh. Dalam pernyataan yang disampaikan pada hari Senin, ia menegaskan bahwa proses pembersihan terus dijalankan secara intensif dan telah menunjukkan hasil yang dapat dilihat langsung di lapangan.
Safrizal menambahkan bahwa tim Satgas PRR telah melakukan serangkaian langkah konkret, antara lain:
- Pemetaan area terdampak menggunakan drone dan citra satelit untuk menentukan prioritas pembersihan.
- Pengiriman tim lapangan dan peralatan berat ke desa‑desa yang paling terdampak.
- Koordinasi dengan dinas terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan TNI/Polri, untuk memastikan keamanan dan kelancaran proses.
- Pelibatan masyarakat lokal dalam kegiatan pembersihan guna mempercepat pemulihan.
Hasil awal menunjukkan penurunan signifikan volume lumpur di beberapa lokasi strategis, seperti kecamatan Bireuen Timur dan wilayah sekitar Sungai Peusangan. Pihak berwenang juga melaporkan bahwa jalur transportasi utama mulai dapat diakses kembali, memungkinkan distribusi bantuan logistik yang lebih cepat.
Safrizal menegaskan bahwa meskipun tantangan masih besar, pemerintah tidak akan berhenti berupaya hingga seluruh area terdampak bersih dari lumpur berbahaya. Ia meminta dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat serta lembaga terkait untuk memperkuat sinergi dalam upaya pemulihan.