Setapak Langkah – 27 Juli 2026 | Belakangan ini muncul perbincangan di media sosial tentang kemungkinan bahwa aktivitas lari rutin, terutama jarak jauh seperti maraton, dapat memicu terbentuknya plak pada pembuluh darah jantung. Meskipun olahraga kardio umumnya dianggap baik untuk kesehatan jantung, beberapa pihak mengkhawatirkan bahwa beban berlebih dapat menimbulkan stres pada arteri koroner.
Pendapat dokter kardiologi
Mekanisme fisiologis
Selama aktivitas lari, tubuh menghasilkan hormon adrenalin dan kortisol yang meningkatkan denyut jantung. Pada orang yang tidak terbiasa atau melampaui batas kemampuan, stress oksidatif dapat meningkat, yang dalam jangka panjang berpotensi berkontribusi pada aterosklerosis bila disertai faktor risiko lain.
Rekomendasi praktis
- Mulailah dengan intensitas ringan hingga sedang, misalnya 30 menit per hari, tiga kali seminggu.
- Tingkatkan durasi atau kecepatan secara bertahap, tidak lebih dari 10% per minggu.
- Perhatikan nutrisi: konsumsi makanan kaya serat, omega-3, dan rendah lemak jenuh.
- Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin, termasuk cek kolesterol dan tekanan darah.
- Jika memiliki riwayat penyakit jantung atau faktor risiko tinggi, konsultasikan program latihan dengan dokter atau ahli kebugaran.
Kesimpulannya, lari secara teratur tetap merupakan salah satu cara efektif untuk menjaga kesehatan kardiovaskular, asalkan dilakukan dengan cara yang tepat dan disertai kontrol medis bila diperlukan.