Setapak Langkah – 28 Juli 2026 | Rupiah mengalami tekanan jual yang mendorong nilai tukar ke level Rp 18.060 per dolar AS setelah pengumuman pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, pada hari Rabu.
Pasar valuta asing di Jakarta dan bursa saham menanggapi berita tersebut dengan sentimen negatif, memperlebar spread dan menurunkan likuiditas. Investor domestik dan asing mulai mengalihkan dana ke mata uang yang dianggap lebih stabil.
Penurunan nilai tukar ini terjadi bersamaan dengan ketegangan geopolitik global yang masih tinggi, menambah beban pada ekonomi Indonesia yang tengah berupaya menjaga stabilitas inflasi dan pertumbuhan.
| Hari | Kurs Rp/USD |
|---|---|
| Senin | Rp 17.850 |
| Selasa | Rp 17.900 |
| Rabu (setelah pengunduran diri) | Rp 18.060 |
Para analis memperingatkan bahwa volatilitas dapat berlanjut sampai kepemimpinan baru di Bank Indonesia ditetapkan dan kebijakan moneter yang jelas diumumkan. Sementara itu, pemerintah diperkirakan akan memperkuat cadangan devisa serta koordinasi dengan otoritas keuangan untuk menahan arus keluar modal.
Jika rupiah terus melemah, beban pada impor, terutama energi dan bahan baku, akan meningkat, berpotensi menambah tekanan inflasi. Namun, jika kebijakan fiskal tetap disiplin dan suku bunga dipertahankan pada level yang mendukung, risiko pelorotan nilai tukar dapat diminimalisir.