Setapak Langkah – 21 Agustus 2026 | Dalam sesi perdagangan pasar spot hari ini, nilai tukar rupiah menguat 0,30% dan ditutup pada level Rp 17.694 per dolar Amerika Serikat. Penguatan ini menandai pergerakan positif yang belum terlihat dalam beberapa minggu terakhir.
Berbagai faktor menjadi pendorong utama penguatan tersebut, antara lain:
- Kebijakan moneter Amerika Serikat – Penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve menurunkan daya tarik dolar, sehingga aliran dana kembali ke pasar emerging termasuk Indonesia.
- Peningkatan aliran modal asing – Investor asing menambah posisi di obligasi pemerintah Indonesia setelah data inflasi domestik menunjukkan tren penurunan.
- Kondisi komoditas global – Harga komoditas utama seperti minyak dan logam turun, mengurangi tekanan deflasi pada mata uang negara pengekspor bahan mentah.
- Kebijakan suku bunga Bank Indonesia – Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan pada 5,75% dan menyesuaikan operasi pasar terbuka untuk menstabilkan likuiditas.
Berikut rangkuman data singkat pada penutupan hari ini:
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Nilai tukar penutupan | Rp 17.694/USD |
| Perubahan harian | +0,30% |
| Suku bunga BI | 5,75% |
Penguatan rupiah diharapkan dapat menurunkan biaya impor, terutama untuk bahan baku energi dan barang modal, serta memberikan dukungan bagi pertumbuhan ekonomi domestik.