Setapak Langkah – 11 Juni 2026 | Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan pandangannya setelah nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan selama dua hari berturut‑turut.
Penguatan IHSG, di sisi lain, menandakan optimisme investor terhadap prospek perusahaan publik dan stabilitas makroekonomi Indonesia.
- Rupiah menguat terhadap dolar AS, menurunkan nilai tukar dibandingkan hari sebelumnya.
- IHSG naik beberapa poin, menembus level tertinggi bulanan.
- Faktor utama: data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan, aliran investasi asing, dan kebijakan moneter yang mendukung.
SBY menutup pernyataannya dengan harapan bahwa tren positif ini akan berlanjut, memberikan “good news” bagi pelaku usaha, investor, dan rakyat Indonesia pada umumnya.