Setapak Langkah – 08 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk mempercepat pelaksanaan Program 3 Juta Rumah. Dalam rangka meningkatkan efektivitas program, ia mengundang seluruh perguruan tinggi di Tanah Air untuk melakukan riset dan kajian intensif terkait permasalahan perumahan.
- Menganalisis kebutuhan perumahan berdasarkan demografi regional.
- Menilai ketersediaan lahan dan regulasi zonasi yang mempengaruhi pembangunan.
- Mengidentifikasi hambatan pembiayaan bagi rumah miskin dan menengah.
- Merumuskan model pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan kebijakan nasional.
Presiden menambahkan bahwa hasil riset akan dijadikan acuan dalam perumusan kebijakan lanjutan, termasuk penyesuaian target pembangunan, alokasi anggaran, serta mekanisme kerja sama antara pemerintah, swasta, dan lembaga akademik.
Program 3 Juta Rumah sendiri merupakan upaya strategis untuk menurunkan angka kekurangan rumah di Indonesia, yang diperkirakan masih mencapai jutaan unit. Dengan percepatan pelaksanaan, pemerintah berharap dapat menutup kesenjangan perumahan dalam jangka waktu lima tahun ke depan.
Selain itu, Prabowo mengajak para peneliti untuk menyumbangkan inovasi teknologi konstruksi, material ramah lingkungan, serta sistem manajemen proyek yang lebih efisien. Diharapkan, kolaborasi lintas sektor ini tidak hanya mempercepat penyediaan rumah, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.