Setapak Langkah – 08 Mei 2026 | Polres Kota Besar Surabaya mengungkap jaringan kriminal yang menyediakan jasa joki untuk ujian masuk perguruan tinggi, termasuk UTBK dan SNBT. Operasi yang dilakukan pada akhir pekan lalu menjerat 14 tersangka, di antaranya tiga dokter yang diduga terlibat dalam praktik penyuapan nilai.
Jaringan ini diduga beroperasi sejak 2022 dengan cara menghubungkan calon mahasiswa, orang tua, dan pihak sekolah ke para joki yang memiliki akses ke sistem ujian. Joki tersebut menggunakan akun palsu atau memanfaatkan celah keamanan untuk memanipulasi nilai ujian secara real time.
Berikut rincian utama hasil penyidikan:
- Jumlah tersangka: 14 orang, terdiri dari 5 joki, 3 dokter, 4 staf administrasi, dan 2 oknum teknisi IT.
- Modus operandi: Penyuapan nilai melalui transfer bank, pembayaran tunai, dan penggunaan layanan perantara digital.
- Target: Calon mahasiswa tahun 2023-2024, terutama program studi kedokteran dan teknik.
Polisi juga menemukan bukti transaksi keuangan yang mengalir dari rekening pribadi para dokter ke rekening joki. Dokter-dokter tersebut diduga memanfaatkan jaringan profesionalnya untuk merekrut klien yang mengincar nilai tinggi.
Berikut kronologi singkat operasi:
| Tanggal | Kegiatan |
|---|---|
| 10 Juni 2024 | Pengawasan awal terhadap grup WhatsApp yang diduga menjadi sarana koordinasi. |
| 12 Juni 2024 | Penggeledahan rumah dan kantor tiga dokter yang menjadi fokus. |
| 13 Juni 2024 | Penangkapan 14 tersangka dan penyitaan perangkat elektronik serta bukti transfer. |
Seluruh tersangka kini berada dalam tahanan kepolisian dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Kepolisian menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik kecurangan dalam dunia pendidikan demi menjaga integritas sistem seleksi nasional.